Loading...    
           

Dalam 2 Bulan, 1.500 Orang Tewas di Prancis Akibat Gelombang Panas

Dalam 2 Bulan, 1.500 Orang Tewas di Prancis Akibat Gelombang Panas
Banyak orang mendinginkan diri di Air Mancur Trocadero, di sebelah Menara Eiffel di Paris, ketika gelombang panas menghantam Eropa. (beritasatu.com)
Senin, 09 September 2019 20:30 WIB
PARIS - Sekitar 1.500 orang tewas di Prancis dalam kurun waktu Juni dan Juli 2019 akibat gelombang panas.

Dikutip dari beritasatu.com, Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn, saat berbicara di radio Prancis, Ahad (8/9), mengatakan, setengah dari warga yang meninggal berusia di atas 75 tahun.

Buzyn menjelaskan, berkat langkah-langkah pencegahan, angka itu 10 kali lebih rendah dari periode yang sama pada 2003 ketika gelombang panas mematikan menghantam Eropa. Prancis mencatat suhu tertinggi 46 derajat Celcius pada Juni. Ibu kota Prancis, Paris, mencatat rekor suhu tinggi 42,6 derajat Celcius pada Juli.

''Kami telah memantau 1.500 kasus kematian tambahan dalam bulan-bulan itu. Gelombang panas memengaruhi kesehatan hampir 20 juta orang,'' kata menteri.

Menurut Departemen Kesehatan Prancis, 567 orang meninggal selama gelombang panas pertama Prancis tahun 2019, dari 24 Juni hingga 7 Juli. Selanjutnya, 868 meninggal selama gelombang yang kedua yakni 21 hingga 27 Juli.

Buzyn mengatakan, 10 orang telah meninggal saat bekerja. Selama musim panas, peringatan merah - kategori peringatan paling parah – telah dikeluarkan di beberapa daerah di Prancis.

Selama masa panas, banyak sekolah dan acara publik ditutup untuk meminimalkan paparan publik.

Taman-taman besar dan kolam renang juga dibuka di beberapa kota untuk membantu orang tetap tenang. Otoritas Paris mengatur saluran telepon darurat dan mengatur ''kamar dingin'' sementara di gedung-gedung kota.***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoNews PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoNews Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
GoNews Kemendikbud Terbitkan 2 Aturan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja
GoNews Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
GoNews Ribuan Ikan dengan Tulang Retak dan Mata Copot Terdampar, Warga Ambon Ketakutan Bakal Datang Tsunami
GoNews Hapuskan Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 Tabrak UU Jaminan Produk Halal
GoNews Numpang Nonton di Rumah Tetangga, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Jasadnya Ditemukan dalam Karung
GoNews Pemerintah Didesak Cabut Permendag yang Tak Wajibkan Daging Impor Berlabel Halal
GoNews Terbitkan Aturan Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Menteri Perdagangan Dinilai Tak Hormati Umat Islam
wwwwww