Loading...    
           

Keluarga Sebut Meninggal Wajar, Gadis Cantik Ini Ternyata Dicekik Ayahnya dalam Kamar karena Menolak . . . .

Keluarga Sebut Meninggal Wajar, Gadis Cantik Ini Ternyata Dicekik Ayahnya dalam Kamar karena Menolak . . . .
Ilustrasi jasad wainta. (dok)
Rabu, 11 September 2019 09:58 WIB
ADARSH NAGAR - Polisi menghentikan kremasi Sheetal Mathur, menjelang prosesi pembakaran jenazah gadis berusia 19 tahun itu dilakukan keluarganya.

Polisi menghentikan kremasi gadis berparas cantik itu karena menduga gadis itu bukan meninggal secara normal, melainkan dibunuh karena menolak dijodohkan dengan pria yang tak dicintainya.

Dikutip dari poskotanews.com, Hindustan Times melaporkan kasus kematian Sheetal Mathur terungkap setelah polisi melakukan penyelidikan selama 45 hari.

Lakhan Mathur, ayah Sheetal, ditangkap pada Ahad (8/9/2019). Raju Lal (30), rekan kerja yang membantu pria 50 tahun menghabisi anaknya itu, juga dibekuk.

Pemeriksaan polisi menunjukkan hubungan Sheetal dengan keluarga memanas karena perempuan itu menolak dijodohkan dengan pria pilihan keluarga. Ia ingin menikah dengan kekasihnya, namun keluarga tak memberi restu karena berasal dari kasta berbeda.

Menurut polisi, keluarga berupaya menyebut Sheetal meninggal secara wajar. Tapi ternyata keluarga diam-diam berniat mengkremasi jasad gadis itu di Lal Bagh Adarsh Nagar pada 24 Juli.

Curiga dengan tindakan keluarga, aparat dari kantor polisi Adarsh Nagar mendatangi tempat kremasi Taman Kewal, kemudian menghentikan kremasi sesaat sebelum pembakaran jenazah dimulai.

''Hanya ada tiga atau empat pria yang datang di acara kremasi. Ketika tim kami bertanya bagaimana korban meninggal, ayahnya Lakhan Mathur, yang bekerja sebagai operator televisi kabel, mengatakan meninggal karena suatu penyakit,'' ungkap penyidik polisi yang tak ingin disebut namanya.

''Tapi ketika ditanya catatan rumah sakitnya, dia bilang anaknya meninggal saat tidur. Ini mencurigakan, ada yang nggak beres. Jadi pembakaran mayat ditunda, jenazah kami kirim ke rumah sakit Babu Jagjivan Ram Memorial untuk diautopsi,'' sambungnya.

Ternyata, kecurigaan polisi terbukti. Hasil pemeriksaan medis pendahuluan menunjukkan ada cedera di leher dan bahkan di seluruh tubuh Sheetal. Sebulan kemudian, autopsi lebih rinci keluar.

''Disebutkan ada beberapa luka luar dan penyebab kematian adalah asfiksia (mati lemas) akibat dicekik. Semua cedera di tubuhnya adalah ante-mortem (menderita sebelum kematian),'' kata polisi itu.

Sejumlah warga, kerabat, dan anggota keluarga perempuan itu diinterogasi. Dalam pemeriksaan diketahui hubungan gadis itu dengan keluarga tak harmonis.

''Ternyata Sheetal menjalin hubungan dengan pria dari kasta lain dan ingin menikah dengannya. Namun, keluarga menentangnya,'' ungkap petugas.

Wakil komisaris polisi (barat laut) Vijayanta Arya mengatakan, Lakhan pun diinterogasi. Namun bapak korban ini bersikukuh anaknya meninggal saat tidur.

''Ketika ditanya mengapa mereka tidak membawanya ke rumah sakit atau memanggil polisi, dia tak bisa menjawab. Kami kemudian menunjukkan post-mortem dan pernyataan hasil pemeriksaan anggota keluarga dan kerabat lainnya. Ia akhirnya mengaku telah membunuh anaknya,'' ujarnya.

Pemeriksana selanjutnya menunjukkan pembunuhan dilakukan Lakhan dibantu Raju Lal (30), teman kerjanya yang juga operator televisi kabel. Pada 23 Juli, ketika Sheetal tidur, mereka memasuki kamar gadis itu kemudian mencekiknya.

Arya menyebut keduanya tak hanya dijerat dengan pasal pembunuhan tapi juga merusak barang bukti dan memberi informasi palsu. Kejahatan ini membuat polisi memerlukan waktu lebih dari satu bulan untuk mengungkap kasus ini.

''Kepastian kasus ini baru didapat setelah kami melihat hasil otopsi,'' katanya. ''Kami juga mencurigai adanya keterlibatan anggota keluarga lain dalam kejahatan ini,'' sambungnya.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
GoNews Kivlan Zen Dirawat di RSPAD, Menhan Minta Dibebaskan Dulu
GoNews PT Pelni Buka Lowongan Kerja, Ini 10 Posisi yang Ditawarkan dan Tata Cara Pendaftarannya
GoNews Setelah Diprotes, Kemendag Akan Tambahkan Pasal Wajib Halal Daging Impor dalam Permendag 29/2019
GoNews Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
GoNews Terobos Kobaran Api Selamatkan Kakeknya, Bocah 6 Tahun Tewas Terbakar, Negara Berikan Medali Keberanian
GoNews 8 Tewas Akibat Bus Tabrak Truk Tangki di Lintas Sumatera, Ini Identitas Korban
GoNews Polisi Tertelungkup di Atas Kap Mobil dan Terseret 200 Meter, Ini Penjelasan Polda Metro
GoNews Asap Kiriman Indonesia Liburkan 500 Sekolah di Malaysia
GoNews Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Meninggal dalam Status Terpidana Korupsi
GoNews Tak Punya Ongkos Pulang ke Rumah, Siswa MTs Numpang Truk Tanah, Tergelincir Saat Naik dan Tergilas Ban
GoNews Kenal Lewat Medsos, Ketemu dan Main Ludo di Kamar Hotel, Wanita 24 Tahun Digilir dan Dirampok, 2 Pelaku Ditembak Polisi
GoNews Kemendikbud Terbitkan 2 Aturan Dana BOS Afirmasi dan Kinerja
GoNews Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
GoNews Ribuan Ikan dengan Tulang Retak dan Mata Copot Terdampar, Warga Ambon Ketakutan Bakal Datang Tsunami
GoNews Hapuskan Label Halal Daging Impor, Permendag 29/2019 Tabrak UU Jaminan Produk Halal
GoNews Numpang Nonton di Rumah Tetangga, Gadis 13 Tahun Diperkosa dan Dibunuh, Jasadnya Ditemukan dalam Karung
GoNews Pemerintah Didesak Cabut Permendag yang Tak Wajibkan Daging Impor Berlabel Halal
GoNews Terbitkan Aturan Daging Impor Tak Wajib Label Halal, Menteri Perdagangan Dinilai Tak Hormati Umat Islam
wwwwww