Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
17 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
2
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
5 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
5 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
5 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
6
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
4 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi

Siswa SLTA Bunuh Begal yang Hampir Setubuhi Pacarnya, Begini Ceritanya

Siswa SLTA Bunuh Begal yang Hampir Setubuhi Pacarnya, Begini Ceritanya
Ilustrasi penusukan. (dok)
Rabu, 11 September 2019 16:52 WIB
MALANG - ZA (17), seorang siswa SLTA di Kabupaten Malang, Jawa Timur, menikam Misnan (35) hingga tewas, Ahad (8/9/2019).

Dikutip dari poskotanews.com, peristiwa pembunuhan ini terjadi ketika Misnan, warga Dusun Gondanglegi Kulon, Desa Penjalinan, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, membegal ZA dan pacarnya. ZA juga merupakan warga Gondanglegi.

Tim Satreskrim Polres Malang berhasil mengungkap fakta pembegalan ini, setelah sebelumnya korban Misnan diduga pencari burung ditemukan meninggal tak wajar pada Ahad (8/9/2019) malam.

''Setelah diselidiki, korban yang dikira pencari burung puyuh itu ternyata seorang kawanan begal. Baru saja beraksi dan mendapatkan perlawanan dari korban pembegalan, sekaligus pelaku penusukan dalam kejadian ini,'' kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung,  Selasa (10/9/2019) petang.

Yade Setiawan mengungkapkan, kejadian berawal saat ZA dan kekasihnya berpacaran di lokasi kejadian, yakni jalan desa di Gondanglegi Kulon, sekitar pukul 19.00 WIB, Ahad (8/9). Saat sedang berduaan, mereka didatangi Misnan dan tiga kawannya.

Dua orang menodong dan merampas harta benda yang dibawa ZA dan pacarnya, sementara dua orang lainnya mengawasi kawasan sekitar. ZA yang  ketakutan menyerahkan ponsel miliknya. Namun, Misnan dan salah satu kawannya, justru meminta lebih dari itu.

Misnan meminta ZA membiarkan pacarnya disetubuhi. Mendengar permintaan  Misnan yang kurang ajar tersebut, ZA  naik pitam. Ia lalu mengambil pisau, yang seharusnya akan digunakan untuk praktik di sekolah.

''Saya emosi, Pak. Mereka ini minta agar pacar saya bersedia diajak hubungan intim tiga menit. Akhirnya saya melawan. Saya ambil pisau dan menusukkannya ke bagian dadanya,'' ucap ZA, saat ditemui di ruang penyidikan Satreskrim Polres Malang.

Polisi telah berhasil menangkap dua orang teman Misnan yang bernama Ahmad (22) dan Rozikin (41), keduanya saudara kandung yang merupakan warga Dusun Penjalinan, Gondanglegi.

Hingga saat ini, Tim Satreskrim Polres Malang masih melakukan penyidikan dan pengembangan kasus. Ujung bilang, ZA bisa dijerat pasal tentang penganiayaan.

''Pasal yang kita sangkakan terhadap ZA ini bisa saja Pasal 351 tentang Penganiayaan. Tapi, ZA juga korban pembegalan dan membela diri dalam kasus ini. Pisau yang dibawa ZA juga untuk praktik di sekolah,'' pungkasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam

wwwwww