Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
11 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
17 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
11 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
18 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes

Demo Dukung Revisi UU KPK di Bundaran HI, 2 Mahasiswi Cantik Ini Tak Tahu Nama Pimpinan KPK

Demo Dukung Revisi UU KPK di Bundaran HI, 2 Mahasiswi Cantik Ini Tak Tahu Nama Pimpinan KPK
Sejumlah wanita mengatasnamakan ''Srikandi Cinta Tanah Air'' demo mendukung revisi UU KPK di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Ahad (15/9/2019). (okezone.com)
Minggu, 15 September 2019 11:40 WIB
JAKARTA - Sejumlah wanita muda yang mengatasnamakan ''Srikandi Cinta Tanah Air'' menggelar demo di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/9/2019). Mereka mendukung revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dikutip dari okezone.com, salah seorang peserta demo, Gazhela, yang mengaku mahasiswi dari salah satu perguruan tinggi, mengatakan, dia mendukug revisi UU KPK agar KPK tidak bertindak sewenang-wenang.

''Saya mendukung sih adanya revisi undang-undang KPK. Karena biar KPK itu enggak seenaknya,'' tutur Gazhela saat ditemui di lokasi.

Namun Gazhela kebingungan saat diminta menyebutkan tindakan KPK yang sewenang-wenang tersebut. Ia hanya tersenyum tanpa mengeluarkan kata-kata.

Sementara itu, rekannya Gazhela, Wulan, juga tampak kebingungan. Keduanya hanya saling bertatap muka dan saling melempar satu sama lain untuk memberikan jawaban.

''Lu jawab,'' kata Wulan kepada Gazhela, sambil tersenyum kecil.

Salah seorang jurnalis yang mewawancarainya pun menanyakan, apakah keduanya mengetahui, siapa pimpinan KPK saat ini dan siapa yang terpilih menjadi pimpinan baru di lembaga anti rasuah itu.

Keduanya pun kembali saling bertatapan dan tersenyum, tak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan itu. ''Saya enggak tahu,'' tuturnya keduanya malu-malu.

Namun keduanya mengaku ikut dalam aksi tersebut atas kemauan sendiri bukan atas perintah siapapun. ''Ini murni kemauan saya sendiri ikut aksi,'' ujarnya dengan lantang.

Adapun dalam acara aksi solidaritas itu sendiri nampak sejumlah perempuan yang mengaku mahasiswi membagikan gantungan kunci KPK kepada warga yang tengah melakukan olahraga di sekitaran Bundaran HI.

Dalam aksinya mereka nampak kompak mengenakan pakaian berwarna merah dan kain bermotif batik.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww