Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
21 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
16 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
20 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
21 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
5
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
22 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
22 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi

Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG

Suhu di Padang Sangat Dingin, 18 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
Ilustrasi cuaca cerah. (republika.co.id)
Senin, 16 September 2019 13:37 WIB
PADANG - Warga Kota Padang, Sumatera Barat, dalam beberapa hari belakangan ini merasakan suhu yang sangat dingin di pagi hari, hingga mencapai 18 derajat celsius. Padahal biasanya, paling rendah hanya 22,7 derajat celsius.

Dikutip dari republika.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa suhu dingin di Kota Padang merupakan fenomena yang lumrah terjadi saat kemarau panjang.

''Fenomena suhu udara yang dingin ini memang lumrah terjadi pada saat musim kemarau, karena pada saat kemarau tidak ada awan yang terbentuk di atmosfer, sehingga permukaan bumi mampu melepas radiasi gelombang panjang ke atmosfer,'' kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha, di Padang, Senin (16/9).

Yudha menjelaskan, saat musim kemarau kelembaban udara cenderung rendah sehingga tidak ada cukup uap air di udara untuk menahan panas di bumi, membuat suhu udara pada malam hari menurun.

''Kami melihat hal ini juga dipengaruhi dengan adanya kabut asap, karena pada saat terjadi kabut asap radiasi matahari tidak dapat masuk ke permukaan bumi,'' kata dia.

Ia memperkirakan, kalau kabut asap mulai berkurang dua sampai tiga hari mendatang suhu udara akan kembali normal antara 21 sampai 22 derajat celsius. Fitra, seorang warga Padang, kaget saat merasakan dinginnya air ketika berwudhu.

''Ini rasanya seperti di pegunungan, dingin dan jarang terjadi di Padang suhu udara sedingin ini,'' kata dia.

Menurut prakiraan BMKG Bandara Internasional Minangkabau, secara umum cuaca wilayah Sumatera Barat pagi ini cerah dan berawan dengan peluang hujan ringan turun di wilayah Limapuluh Kota dan Pesisir Selatan. Kelembaban udaranya antara 60 hingga 95 persen.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww