Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
DPR RI
12 jam yang lalu
Andi Paris Minta Proyek Vaksin masuk Proyek Strategis Nasional
2
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
Politik
15 jam yang lalu
Reydonnyzar Moenek masih Menjabat Sekjen DPD RI, Yorrys sebut Implikasi Pidana
3
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
DPR RI
14 jam yang lalu
Sejarah Panjang dan Keberlanjutan Revolusi Mental
4
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
Peristiwa
20 jam yang lalu
Bawa Sabu 5 Kg dan Ribuan Ekstasi, Anggota DPRD dari Golkar Ditangkap BNN, Ternyata Residivis
5
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Puluhan Jabatan Fungsional Kemendagri Dilantik
6
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Saat Suami Shalat Subuh ke Masjid, Istri Masukkan Anggota Satpol PP ke Rumah, Begini Akibatnya

Harta Bendanya Ludes, Lebih 900 Perantau Minang di Wamena Berharap Dipulangkan

Harta Bendanya Ludes, Lebih 900 Perantau Minang di Wamena Berharap Dipulangkan
Warga menunggu pesawat Hercules milik TNI AU di Pangkalan TNI AU Manuhua Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (25/9/2019). (republika.co.id)
Kamis, 26 September 2019 13:49 WIB
PADANG - Kerusuhan yang pecah di di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9), menyebabkan sembilan perantau asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kehilangan nyawa dan beberapa orang terluka.

Dikutip dari republika.co.id, saat ini masih ada 327 kepala keluarga (KK) atau lebih 900 jiwa perantau Minang berada di Wamena. Namun mereka tak lagi memiliki usaha dan harta benda. Sebab, semuanya ludes karena dibakar dan dirusak massa saat kerusuhan. Karena itu, mereka berharap dibantu dipulangkan ke kampung halamannya.

''Sebanyak 327 KK ini terdiri dari sekitar 900-an orang. Semua sekarang menyelamatkan diri ke tenda pengungsian dan berharap untuk bisa pulang ke kampung halaman,'' kata Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zulhendri Sikumbang dihubungi dari Padang, Kamis.

Zulhendri mengatakan, usai peristiwa kerusuhan, para perantau sudah tidak punya tempat untuk ditinggali, padahal mereka memiliki istri dan anak yang masih kecil-kecil. Ia mengungkapkan bahwa selain pendidikan anak yang terlantar, hidup di tenda pengungsian sangat berat bagi bayi dan balita.

Menurut Zulhendri, para perantau Minang sangat berharap bisa pulang ke kampung halaman. Ia menyatakan, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar, namun karena jumlah perantau yang sangat banyak dan tentunya butuh dana sangat besar untuk memfasilitasi mereka kembali ke Sumbar.

Zulhendri pun berharap warga Minang di kampung halaman bisa ikut membantu agar seluruh perantau di Wamena bisa diungsikan ke kampung halaman. Kerisauan perantau Minang terjadi menyusul pecahnya kerusuhan di Wamena, Jayapura. Sebanyak 10 korban di antaranya berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Jenazah para korban kerusuhan itu akan dipulangkan ke kampung halaman dengan bantuan Pemkab Jayapura, Pemprov Sumbar, dan Pemkab Pesisir Selatan. Diperkirakan jenazah akan sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww