Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
21 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
2
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
20 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
3
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
4
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
20 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
5
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
6
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
18 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut

5.500 Pengungsi Korban Rusuh Wamena Butuh Bantuan Makanan, Pakaian, Susu Balita, Popok Bayi dan Pembalut
Rumah-rumah warga dibakar massa saat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Senin lalu. (int)
Sabtu, 28 September 2019 13:43 WIB
JAYAPURA - Sekitar 5.500 warga korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, yang mengungsi ke markas Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, kini darurat logistik.

Dikutip dari merdeka.com yang melansir antara, mereka sangat membutuhkan makanan, pakaian serta barang-barang keperluan anak-anak dan perempuan.

Komandan Distrik Militer 1702 Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto di Jayapura, Sabtu (28/9), mengatakan, warga yang mengungsi di markas Kodim umumnya hanya membawa baju di badan saat berusaha menghindari dampak kerusuhan di Wamena.

Sementara bantuan pangan dari pemerintah untuk pengungsi korban kerusuhan Wamena, menurut dia, saat ini baru difokuskan ke satu posko pengungsian.

''Kami minta informasi ini disebarkan seluas-luasnya agar banyak pihak yang tergerak untuk membantu para korban yang kini tengah mengungsi,'' katanya melalui telepon seluler.

''Bantuan dari Pemerintah Provinsi Papua hanya tersalur ke posko pengungsian Gedung Okumarek yang dibuka oleh Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,'' ia menambahkan.

Komando Distrik Militer 1702 Jayawijaya, menurut dia, sampai sekarang hanya mengandalkan bantuan logistik yang masih tersedia di markas.

''Pengungsi tidak mau ke Okumarek. Warga maunya di Kodim, sementara dapur lapangan Pemda ada di Okumarek,'' katanya.

Ditambahkannya, selain makanan dan pakaian, pengungsi membutuhkan susu untuk balita, popok bayi dan pembalut untuk perempuan.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww