Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
Kesehatan
19 jam yang lalu
Forum Facebook Pekanbaru Kota Bertuah Fasilitasi Pengobatan Indah Putri
2
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
Hukum
18 jam yang lalu
Ruslan Buton Ditangkap, Kolonel Sugeng Waras: Anda tidak Sendirian, Banyak Orang di Belakangmu
3
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
Hukum
18 jam yang lalu
Dijerat Pasal Berlapis, Ruslan Buton Terancam Penjara Hingga 8 Tahun
4
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar 'Bokep' Eks Kontributor Majalah Dewasa
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Rekam Jejak Dirut TVRI yang Baru, Penggemar Bokep Eks Kontributor Majalah Dewasa
5
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Dewas Tunjuk Iman Brotoseno Abaikan DPR, TVRI Mau Dibawa Kemana?
6
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan 'Smartcard'
DPR RI
18 jam yang lalu
DPR Mulai Uji Coba Teknis Pemggunaan Smartcard

Percakapan di 'Grup STM' Tunggu Bayaran Demo Disebut Milik Polisi, Begini Kata Karo Penmas Polri

Percakapan di Grup STM Tunggu Bayaran Demo Disebut Milik Polisi, Begini Kata Karo Penmas Polri
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (int)
Selasa, 01 Oktober 2019 16:57 WIB
JAKARTA - Percakapan sejumlah siswa STM di grup whatsapp yang menunggu uang pembayaran atas demo yang mereka lakukan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (30/9), beredar di media sosial.

Dikutip dari merdeka.com, dalam chat (percakapan) yang beredar tersebut, anak-anak STM itu mengatakan datang ke Jakarta untuk berdemo karena dibayar. Mereka gelisah, marah-marah di grup tersebut, mencari keberadaan si korlap aksi, lantaran pembayaran tak kunjung mereka terima.

Setelah percakapan anak-anak STM itu beredar, warganet yang penasaran, mencoba menelusuri nomor-nomor yang tertera melalui aplikasi pelacak nomor telepon Truecaller atau Get Contact. Hasilnya, didapati pemilik nomor-nomor pada 'grup STM' tersebut adalah anggota kepolisian.

Ada Upaya Propaganda

Menanggapi itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, ada upaya propaganda di media sosial menggunakan cara tersebut.

''Nah ini, jadi kita paham betul apa yang ada di media sosial itu. Karena sebagian besar adalah anonymous, narasi-narasi yang dibangun adalah narasi propaganda, tentunya dari direktorat Cyber Bareskrim sudah memprofiling,'' tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (1/9).

Menurut Dedi, pada akhirnya narasi yang digunakan bersifat provokatif untuk membuat kegaduhan di masyarakat. Sama halnya dengan kasus surat suara tercoblos di tujuh kontainer dan lainnya.

''Belum bisa dipastikan, kalau itu anggota polisi pun kan belum bisa dipastikan betul anggota atau bukan, dan narasinya saya belum baca, ada unsur perbuatan pidananya nggak. Kalau enggak ada perbuatan pidana, nanti jajaran multimedia akan membuat literasi digital agar masyarakat betul-betul cerdas dan bijak menggunakan sosmed,'' kata Dedi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww