Gian Merasa Tidak Percaya Ibu dan Adiknya Meninggal Terbakar di Wamena

Gian Merasa Tidak Percaya Ibu dan Adiknya Meninggal Terbakar di Wamena
Warga pendatang antre di Bandara Wamena, menunggu giliran dievakuasi. (tempo.co)
Kamis, 03 Oktober 2019 10:08 WIB
PADANG - Erizal (42), perantau asal Sungai Rampan, Koto Nan Tigo IV Koto Hilie, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kehilangan istri, anak dan keponakannya dalam dalam kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua.

Saat kerusuhan di Wamena beberapa waktu lalu, kios milik Erizal dikepung, didobrak dan dibakar massa. Istri, anak dan keponakan Erizal meninggal dunia karena terluka dan terbakar. Sedangkan Erizal lolos dari pembunuhan karena berpura-pura mati, meskipun mengalami luka bakar.

Erizal memiliki dua anak, namun hanya satu yang bersamanya di Wamena. Satu anaknya lagi, James Lugian Rizal (13), tidak ikut ke Wamena karena tengah sekolah di SMP Serambi Mekkah di Padang Panjang, Sumbar.

Dikutip dari republika.co.id, James Lugian Rizal yang biasa disapa Gian, mengaku, hingga kini merasa tidak percaya bahwa ibu dan adiknya meninggal dunia dengan cara mengenaskan

''Awalnya sempat tidak percaya, apalagi mendengar kabar kalau ibu dan adik saya sudah meninggal karena dibakar,'' katanya dalam kesaksian di Padang, Rabu (2/10).

Dia harus bersabar menerima kenyataan pahit itu dan tetap bersyukur karena jasad ibu dan adiknya bisa dibawa pulang dan Gian bisa melihat mereka untuk yang terakhir kalinya.

''Alhamdulillah, Allah SWT masih menyelamatkan ayah dan bisa pulang bertemu dengan Gian,'' ujarnya.

Gian merupakan anak pertama dari dua orang bersaudara, namun sekarang tinggal sendiri dan terpaksa mengikhlaskan kepergian adiknya yang baru berumur delapan tahun akibat kerusuhan di Wamena.

Dia mendapat kabar duka yang menimpa keluarganya itu dari tantenya di Kabupaten Pesisir Selatan.

Gian yang memiliki cita-cita yang mulia yakni ingin menjadi seorang ustaz berharap semoga musibah yang menimpa keluarganya tidak menjadi penghalang baginya untuk melanjutkan sekolah dan mewujudkan impiannya.

''Untuk saat ini sampai tamat SMP dulu, nantinya jika ada niat mau melanjutkan sekolah, Insya Allah ada jalan dan akan Allah SWT memudahkan nantinya,'' kata dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ada Pesan dari Pemimpin Tentara Pembebasan Papua Sebelum Kerusuhan di Wamena, Warga Pendatang Akan Dieksekusi
GoNews Suaminya ke Pasar Saat Rumah dan Warung Rohena Dibakar Massa di Wamena, Bertemu di Rumah Sakit Sudah Tak Bernyawa
GoNews Polri Deteksi Rencana Kerusuhan Lanjutan, 6.000 Personel Disiagakan di Wamena
GoNews Korban Rusuh Wamena, Ketahuan Sembunyi di Rumah Tetangga yang Belum Terbakar, Begini Nasib Abdullah dan Adiknya
GoNews Tiba di Jakarta Setelah Hercules 10 Kali Transit, Siska: Hati Kami Hancur Tinggalkan Wamena, Kita Tak Bersalah Jadi Korban
GoNews Korban Rusuh Wamena, Erizal Masih Hidup karena Pura-pura Mati, Namun Istri, Anak dan Keponakannya Tewas
GoNews Cerita Ismail, Bawa 2 Anak Pemilik Rumah Makan Padang Sembunyi di Kandang Babi Sebelum Diselamatkan ke Gereja
GoNews Jokowi Imbau Warga Pendatang Tidak Keluar dari Wamena
GoNews Pasca Kerusuhan Renggut 33 Jiwa, Gubernur Papua Jamin Keamanan Seluruh Warga Indonesia di Wamena
GoNews 24 Perantau Sulsel Tewas di Wamena, 10 Jenazah Sudah Dipulangkan ke Makassar
GoNews Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka Kerusuhan Wamena, Anehnya Sebagian Besar dari Luar
GoNews Mengungsi dari Wamena, 1.300 Perantau Sulsel Sudah di Jayapura, Sebagian Besar Kaum Ibu dan Anak-anak
GoNews Wagub Sumbar Minta Izin Evakuasi Perantau Minang dari Wamena ke Sentani
GoNews Sudah Lebih 3.200 Warga Pendatang Dievakuasi dari Wamena, Diangkut Gunakan 2 Pesawat Hercules
GoNews Diduga Selundupkan Harley Davidson, Dirut Garuda Dipecat
GoNews Topan Kammuri Renggut 13 Jiwa di Filipina
GoNews Guru PNS Tewas Tanpa Celana dalam Mobil Avanza, Ditemukan Tisu Bekas . . . .
GoNews Dilaporkan Ibunya Hilang Sejak Subuh, Gadis 16 Tahun Ditemukan Polisi Tengah Layani Pria di Kamar Hotel
wwwwww