Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
19 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
16 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
Ekonomi
23 jam yang lalu
RPP Badan Usaha Desa Akan Dibahas Lintas Kementerian
4
Pandemi, Penganguran di Indonesia Tembus 9,77 Juta Orang
Ekonomi
24 jam yang lalu
Pandemi, Penganguran di Indonesia Tembus 9,77 Juta Orang
5
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
4 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama

Kesaksian Bocah Asal Sumbar Tentang Rusuh di Wamena, Perusuh Merangsek Masuk Kelas Saat Siswa Belajar

Kesaksian Bocah Asal Sumbar Tentang Rusuh di Wamena, Perusuh Merangsek Masuk Kelas Saat Siswa Belajar
Rumah-rumah warga dibakar massa saat kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu. (dok)
Jum'at, 04 Oktober 2019 14:32 WIB
PADANG - Salah satu SMP di Wamena, Jayawijaya, Papua, turut menjadi sasaran massa perusuh saat pecahnya kerusuhan di Wamena pada 23 September 2019 lalu.

Salah seorang siswa menceritakan, perusuh mencoba merangsek masuk ke dalam kelas, saat para siswa sedang belajar. ''Saat itu, hari Senin sekitar pukul 08.00 WIT, setelah upacara saya mau ujian Agama, tiba-tiba kerusuhan itu terjadi,'' kata bocah asal Sumbar Barat (Sumbar) itu, di Padang, seperti dikutip dari merdeka.com yang melansir dari antara.

Bocah yang duduk di kelas II SMP itu bercerita, perusuh yang masuk ke halaman sekolah melempari kaca-kaca ruang kelas. Para perusuh bahkan berusaha merangsek masuk ke kelas, padahal saat itu kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

''Untuk mengamankan diri, saya bersama teman-teman lain bertahan dalam kelas, kemudian menyusun meja serta bangku-bangku untuk menghalang pintu,'' katanya menambahkan.

Dia bersama dengan 40 teman sekelasnya berusaha menahan pintu supaya perusuh tidak masuk ke ruang kelas. Untungnya, perusuh kemudian meninggalkan sekolah.

''Kami bertahan di dalam kelas sekitar setengah jam, hingga kemudian ada kerabat yang datang menjemput,'' katanya.

Jafri (60), orang tua anak laki-laki itu, mengaku panik saat kerusuhan meletus karena anaknya masih berada di sekolah dan saat menelepon ke sekolah tidak ada yang menjawab.

''Ibunya sudah menangis, hingga salah satu kerabat menelepon dan mengatakan anaknya sudah dijemput dari sekolah, dan sudah aman bersamanya,'' kata Jafri.

Anak laki-laki itu bertemu kembali dengan orangtuanya di tempat pengungsian di Markas Kodim 1702 Jayawijaya di Wamena. Pada Kamis (3/10), keluarga itu tiba di Ranah Minang.

Keluarga Jafri merupakan perantau asal Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Mereka merantau ke Wamena sejak tahun 2000.

Anak lelaki Jafri mengatakan bahwa dia terakhir pulang ke kampung orangtuanya saat kelas dua Sekolah Dasar. Kerusuhan di Wamena membuat dia memilih melanjutkan sekolah di kampung halaman.

''Karena kejadian ini, saya lebih memilih sekolah di kampung saja,'' katanya.

Kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu menyebabkan lebih dari 30 orang meninggal dunia.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
GoNews Luka Parah Kena Anak Panah dan Terbakar Saat Kerusuhan, Putri Akhirnya Tiba di Sumbar dan Tak Akan Kembali ke Wamena
GoNews Lagi, Tim Pengabdi FPP UNP Lakukan Program Pengembangan Nagari Binaan di Kawasan Agrowisata Payo Solok
GoNews Isteri Petani di Kapelgam Pessel Ini Dilatih Mengolah Semangka Afkir Menjadi Aneka Produk Olahan Makanan
GoNews Ciptakan Peluang Kerja, Remaja Putri Beserta Ibu-ibu di Maninjau Ini Diberikan Pelatihan Tata Rias dan Mahendi
GoNews Sehat Belum Tentu Bugar, Begini Perbedaannya
GoNews Antisipasi COVID – 19, Smartfren Antisipasi Kenaikan Trafik Data
GoNews 789.381 Guru Honorer Tak Bisa Digaji Gunakan Dana BOS, PGRI Minta Mendikbud Revisi Juknis
GoNews Hasil Survei Indo Barometer, Prabowo dan Anies Baswedan Capres Terkuat pada Pilpres 2024
GoNews Korban Tewas Akibat Virus Corona Jadi 6 Orang, Iran Tutup Sekolah dan Kampus
GoNews Angin Panas Berkecepatan 60 Kilometer/Jam Terjang Sumbar
GoNews Seluruh Siswi SMPN 1 Turi yang Hilang Ditemukan, Korban Tewas Jadi 10 Orang
GoNews Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara
GoNews Virus Corona Kembali Renggut Jiwa di Korsel, Terinfeksi 346 Orang, Terbanyak di Luar China
GoNews Jenazah Siswi SMPN 1 Turi Korban Hanyut Sempat Tertukar dan Dimakamkan, Dibongkar Lagi Setelah Ketahuan
GoNews Gigih Bongkar Korupsi, PNS Jujur Ini 53 Kali Dipindahtugaskan dalam 26 Tahun
GoNews Catat Tanggal dan Jamnya, 23 Februari-3 April Terjadi Hari Tanpa Bayangan di 34 Provinsi di Indonesia
GoNews Ratusan Pelajar SMPN 1 Turi Hanyut, 4 Siswi Meninggal Dunia
GoNews Susur Sungai Saat Kegiatan Pramuka, Ratusan Siswa SMPN 1 Turi Hanyut
wwwwww