Tiba di Jakarta Setelah Hercules 10 Kali Transit, Siska: Hati Kami Hancur Tinggalkan Wamena, Kita Tak Bersalah Jadi Korban

Tiba di Jakarta Setelah Hercules 10 Kali Transit, Siska: Hati Kami Hancur Tinggalkan Wamena, Kita Tak Bersalah Jadi Korban
Perantau asal Pessel yang mengungsi dari Wamena, menangis setibanya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (3/10), (republika.co.id)
Jum'at, 04 Oktober 2019 08:57 WIB
JAKARTA - Kamis (3/10) petang, pesawat Hercules C-135 yang membawa para pengungsi dari Wamena, Jayawijaya, Papua, mendarat di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Siska (39), perantau asal Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat (Sumbar), salah satu dari penumpang pesawat tersebut.

Dikutip dari republika.co.id, baru saja keluar dari ruang kedatangan SUMA III Base Ops Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Siska yang menggendong seorang anaknya, langsung dipeluk kakaknya, Dirna Yunita (42), yang sudah menunggunya.

Keduanya berpelukan dan berurai mata. Siska mengusap air matanya dengan kain kerudung yang ia kenakan. Demikian pula dengan sang kakak. Keduanya berbicara sambil menangis.

''Alhamdulillah, saya yang penting adik saya selamat semua. Karena di sana banyak banget keluarga kami. Alhamdulilah selamat, yang penting nyawanya selamat. Kalau masalah harta ibaratnya ya itu bisa dicari,'' ujar Dirna Yunita, kepada Republika, selepas berpelukan dengan adiknya.

Dirna Yunita yang biasa dipanggil Ita itu mengaku memiliki banyak sanak saudara yang tinggal di Wamena sejak 2009 lalu. Setidaknya, ada 19 orang keluarganya yang bekerja dan memiliki usaha di Wamena, Papua. Ita mengatakan, sanak saudaranya itu memiliki tujuh kios di Wamena.

''Sudah punya usaha. Tujuh kios adik saya kebakar semua. Tujuh pintu kebakar semua. Nggak ada (lagi), ludes,'' tutur wanita yang kini tinggal di Tangerang itu.

Siska (39), adik Ita yang tadi berpelukan, merasa terharu bisa sampai ke Jakarta dan bertemu dengan sang kakak sebelum melanjutkan perjalanan ke Sumatera Barat. Terlebih, perjuangannya untuk mencapai Jakarta tidaklah mudah.

''Perjuangannya itu. Naik hercules 10 kali transit. Mana saya lagi demam. Makanya (perjuangannya tidak mudah),'' jelas Siska dengan suara pelan.

Siska bersama dengan 18 sanak keluarganya yang lain memutuskan untuk meninggalkan Wamena. Mereka terbagi menjadi dua rombongan, 13 orang menggunakan pesawat hercules, sisanya, lelaki semua, menggunakan kapal laut.

''Perasaannya (meninggalkan Wamena) hancur sekali. Karena kita-kita yang tidak berdosa menjadi korban,'' kata wanita itu.

Menurut dia, kios-kios yang dimiliki keluarganya dibakar habis oleh bukan penduduk asli Wamena. Ia mengatakan, pihak yang melakukan perusakan itu merupakan orang-orang yang turun dari gunung, bukan orang-orang yang biasa ia temui sehari-hari.

''Bukan mereka yang sering kita temui hari-hari. Malah yang kita temui hari-hari itu yang menyelamatkan kita, yang bawa kita ke gereja,'' tutur Siska.

Hal senada juga diungkapkan oleh adiknya, Dani (32). Dani menjelaskan, selama 10 tahun ia tinggal di Wamena, semuanya baik-baik saja. Usahanya pun lancar. Tapi, semua berubah ketika kerusuhan terjadi. Ada yang melakukan pembakaran terhadap kios keluarganya. Tapi, ada pula yang membantu menyelamatkan mereka.

''Tidak. Kalau yang kenal sama kami tidak. Malahan kami dibantu untuk mengungsi. Kalau yang kenal yang sudah baik sama kita. Nggak semuanya (ikut melakukan perusakan),'' ungkap dia.

Secara pribadi, ia sebenarnya tidak ingin apa yang terjadi di Wamena beberapa pekan terakhir terjadi. Tapi, ia pun tak bisa berbuat banyak. Kesalahpahaman dengan isu yang belum tentu benar beredar di masyarakat, semua itu terjadi.

Sama seperti Siska, Dani sempat menangis ketika bertemu dengan Ita dan keluarganya yang lain yang ada di Jakara. Saat ini, Dani mengaku tidak begitu memikirkan harta yang sudah hilang di Wamena. Tapi, ia juga mengungkapkan keinginannya untuk kembali ke Tanah Papua bila situasi dan kondisi sudah pulih seperti semula.

''Sekarang nunggu redam kondisi di sana aman. Habis itu kami mengharapkan juga bantuan-bantuan dari pagubuyuban-paguyuban kami. Itu aja. Dari pemerintah juga (kalau bisa membantu),'' jelasnya.

Di samping itu, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM), Arteria Dahlan, mengatakan, pihaknya akan memastikan warga Minang yang pulang dari Wamena itu mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial. Menurutnya, IKM sudah mendata penduduk Minang yang ada di Papua.

''Sudah kita data maupun yang kembali saat ini sudah kita fasilitasi semua. Bahkan kalau mereka ini ingin kembali lagi, bisa kembali lagi ke Wamena nantinya,'' jelas dia.

Ia menuturkan, orang Minang akan malu jika harus kembali dari perantauannya. Karena itu, beberapa warga Minang yang pulang kemungkinan besar ingin kembali ke Wamena.

''Mungkin saja. Jadi tolong disiapkan walaupun ini tidak masuk penghitungan untuk rehabilitasi sosial yang ada sampai saat ini, diberikan slot atau kuota bagi mereka yang pulang tatkala dia berpikir untuk kembali lagi kita mungkinkan,'' tuturnya.

IKM bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menjamin perlindungan dan jaminan sosial bagi warga Minang yang kembali dari Wamena itu. Selain dengan Kementerian Sosial dan BNPB, mereka juga berkoordinasi dengan para pemangku lokal di Papua.

''Untuk bekerja sama dalam konteks trauma healing dan rehabilitasi pascakonflik. Ini akan kita endorse betul dengan gempuran dari Kemensos, BNPB dan TNI-Polri,'' katanya.

Perbantuan TNI AU

Siska dan Dani berangkat dari Jayapura, Papua, dengan menggunakan pesawat Hercules C-135. Pesawat milik TNI Angkatan Udara (AU) itu memang difokuskan untuk perbantuan kemanusiaan di Wamena. Bersama dengan Siska dan Dani, terdapat 49 warga pendatang di Wamena yang terbang ke Jakarta menggunakan pesawat tersebut.

''Penumpang yang kita evakuasi sejumlah 51 orang. Semuanya yang berasal dari Sumatera Barat. Kurang lebih tepat pukul 16.45 WIB mendarat,'' ujar Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau), Marsma TNI Fajar Adriyanto, tak lama setelah pesawat tersebut mendarat.

Fajar menuturkan, TNI AU mengerahkan tidak hanya satu pesawat untuk tugas perbantuan kemanusiaan di Wamena. Setidaknya ada tujuh pesawat yang digunakan untuk tugas tersebut di Papua, terdiri dari lima pesawat hercules dan dua pesawat CN.

''Pesawat hercules dari Skadron Udara 31 Halim Perdana Kusuma dan juga dari Skadron Udara 32, 33 di Makassar. Ada juga CN-295 dan CN-235. Kita kerahkan semua,'' ungkap dia.

Proses evakuasi ini tidak dikhususkan bagi warga Sumatera Barat saja. Fajar mengatakan, semua pendatang, bahkan penduduk asli Papua, juga turut dievakuasi. Menurut dia, itu dilakukan karena konflik yang terjadi di Papua tidak jelas pemicunya apa.

''Sehingga warga yang merasa tidak aman di sana kita evakuasi ke luar sudah lebih dari 4.000 orang yang kita evakuasi,'' jelas dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoNews Ada Pesan dari Pemimpin Tentara Pembebasan Papua Sebelum Kerusuhan di Wamena, Warga Pendatang Akan Dieksekusi
GoNews Suaminya ke Pasar Saat Rumah dan Warung Rohena Dibakar Massa di Wamena, Bertemu di Rumah Sakit Sudah Tak Bernyawa
GoNews Polri Deteksi Rencana Kerusuhan Lanjutan, 6.000 Personel Disiagakan di Wamena
GoNews Korban Rusuh Wamena, Ketahuan Sembunyi di Rumah Tetangga yang Belum Terbakar, Begini Nasib Abdullah dan Adiknya
GoNews Gian Merasa Tidak Percaya Ibu dan Adiknya Meninggal Terbakar di Wamena
GoNews Korban Rusuh Wamena, Erizal Masih Hidup karena Pura-pura Mati, Namun Istri, Anak dan Keponakannya Tewas
GoNews Cerita Ismail, Bawa 2 Anak Pemilik Rumah Makan Padang Sembunyi di Kandang Babi Sebelum Diselamatkan ke Gereja
GoNews Jokowi Imbau Warga Pendatang Tidak Keluar dari Wamena
GoNews Pasca Kerusuhan Renggut 33 Jiwa, Gubernur Papua Jamin Keamanan Seluruh Warga Indonesia di Wamena
GoNews 24 Perantau Sulsel Tewas di Wamena, 10 Jenazah Sudah Dipulangkan ke Makassar
GoNews Polisi Sudah Tetapkan 5 Tersangka Kerusuhan Wamena, Anehnya Sebagian Besar dari Luar
GoNews Mengungsi dari Wamena, 1.300 Perantau Sulsel Sudah di Jayapura, Sebagian Besar Kaum Ibu dan Anak-anak
GoNews Wagub Sumbar Minta Izin Evakuasi Perantau Minang dari Wamena ke Sentani
GoNews Sudah Lebih 3.200 Warga Pendatang Dievakuasi dari Wamena, Diangkut Gunakan 2 Pesawat Hercules
GoNews Siswi SMP Kenal Pria Beristri di FB, Bersedia Digauli karena Janji Dinikahi, Setelah Hamil Malah Ditinggal
GoNews Sistim Penilaian Kinerja Diubah, PNS Harus Keluar dari Zona Nyaman
GoNews Gadis Remaja Digauli Ayah Tiri Saat Ditinggal Ibu Pergi Pengajian
GoNews Menteri BUMN Pecat Semua Direktur Garuda Terlibat Penyelundupan Harley Davidson
wwwwww