Nadiem Jadi Mendikbud, Dari Jokowi Hingga Gubernur Yakin Pendidikan Indonesia akan Lebih Baik

Nadiem Jadi Mendikbud, Dari Jokowi Hingga Gubernur Yakin Pendidikan Indonesia akan Lebih Baik
Nadiem Makarim
Jum'at, 25 Oktober 2019 03:10 WIB
JAKARTA - Penunjukan Nadiem Makariem sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sempat dipertanyakan. Pasalnya, pendiri Go-Jek itu tak memiliki latar belakang akademisi.

Namun begitu, Presiden Joko Widodo memiliki alasan khusus mengapa ia menunjuk Nadiem mengisi pos menteri tersebut. Salah satunya, yakni kemampuan Nadiem di bidang teknologi untuk menangani sistem di pendidikan.

"Bayangkan, mengelola sekolah, mengelola pelajar, memenajemen guru sebanyak itu dan dituntut sebuah standar yang sama," ujar Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

Menurut Jokowi, teknologi dapat memudahkan hal-hal yang ia sebutkan tadi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meyakini Nadiem yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang teknologi bisa mewujudkan visi misinya di bidang pendidikan.

"Kita diberi peluang setelah ada yang namanya teknologi, aplikasi sistem, yang bisa mempermudah dan bisa membuat loncatan hal-hal yang dulu dirasa tidak mungkin, sekarang menjadi mungkin," ujar dia.

Nadiem, kata dia, juga sudah menyampaikan apa saja yang dikerjakan untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Oleh karena itu, Jokowi memberikan amanah ke Pemuda 35 tahun itu.

"Ada peluang besar untuk, ada terobosan besar untuk melakukan itu. Itu kira-kira kurang lebihnya," ucapnya.

Sementara itu, Dewan Pakar Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menempatkan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Menurutnya, pendiri Gojek itu merupakan sosok muda yang berprestasi dan layak dijadikan contoh bagi kalangan muda lainnya.

"NasDem sangat mengapresiasi keputusan Presiden menetapkan seorang anak muda yang sangat berprestasi, Nadiem Makarim, sebagai Mendikbud," kata Taufiqulhadi melalui keterangannya, Kamis (24/10/2019).

Lebih lanjut, ia yakin, dunia pendidikan di Indonesia akan lebih baik lagi.

Sebab, kata Taufiqulhadi, Nadiem akan mengubah pola pikir lama tentang pendidikan.

"Pesan dan tugas Nadiem sangat jelas. Pesannya adalah kebijakan tentang pendidikan tidak boleh biasa-biasa saja lagi. Mindset kita sebagai orang tua yang selalu akan mendorong anak-anak kita di jalur pendidikan umum yang dianggap aman harus dipaksa berubah," ujar Taufiq, sapaan akrabnya.

"Jalur-jalur pendidikan harus diarahkan kepada kebutuhan masa depan kaum milenial. Jalur pendidikan di zona nyaman sekarang, pasti tidak nyaman lagi mendatang. Dimanakah jalur zona aman pendidikan mendatang? Nadiem lebih mengetahui hal tersebut, karena ia anak zamannya," imbuhnya.

Selain itu, ia melihat penunjukkan Nadiem sebagai Mendikbud karena Pesiden ingin menegaskan bahwa pribadi yang penuh kreasi seperti Nadiem bukan saja cocok menjadi eksekutor tapi sekaligus adalah model yang baik untuk masa datang.

"Kami meminta kepada masyarakat untuk menyambut baik keputusan ini. Dengan kita menyambut baik tokoh muda seperti Nadiem, kita telah memberi ruang kepada anak-anak kita yang lebih baik untuk masa mendatang," ucap Taufiq.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil merespons positif komposisi Kabinet Indonesia Maju pilihan Presiden Jokowi. Namun, ada pesan khusus yang ia sampaikan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makariem.

Emil meminta Nadiem melakukan banyak inovasi di bidang pendidikan agar bisa menghubungkannya dengan dunia kerja. Tapi, tetap harus seimbang dengan nilai-nilai kemanusiaan.

"Saya ingatkan satu hal bahwa pendidikan bukan hanya urusan mencari pekerjaan. Pendidikan menaikkan peradaban kita terhadap tantangan masa depan. Dua itu harus berimbang," kata dia, Kamis (24/10/2019).

Dia juga meyakini personel dalam kabinet kali ini merupakan orang terbaik yang dipilih melalui pemikiran dan pertimbangan matang Presiden Joko Widodo. Ia berharap, kinerja para menteri bisa membawa dampak positif kepada semua daerah, termasuk Jawa Barat.

"Saya optimistis dengan kabinet baru ini sinergi antara Pemdaprov Jabar dengan kementerian semakin baik," pungkasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:dari berbagai sumber
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww