Konten Porno Muncul di Akun Twitter-nya, Begini Penjelasan Wakil Menteri Agama

Konten Porno Muncul di Akun Twitter-nya, Begini Penjelasan Wakil Menteri Agama
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi. (detik.com)
Senin, 28 Oktober 2019 06:52 WIB
JAKARTA - Dua hari setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa'adi, menjadi pembicaraan publik, namun bukan terkait dengan jabatannya, melainkan karena munculnya konten porno di akun Twitter miliknya.

Dikutip dari detik.com, semua beredar tangkapan layar (screenshot) akun Twitter Zainut Tauhid me-like konten pornografi. Tangkapan layar itu pun ramai dibahas di media sosial.

Zainut lalu memberikan penjelasan. Wakil Ketua Umum MUI itu menyebut akun Twitter miliknya diretas. Saat ini, akun itu sudah digembok.

''Menginformasikan bahwa akun Twiter saya diretas orang yang tidak bertanggung jawab dengan menyisipkan konten pornografi,'' kata Zainut kepada wartawan, Ahad (27/10/2019).

Zainut menegaskan tidak pernah me-like konten porno di Twitter. ''Semua hal yang beredar atas nama saya adalah hoax,'' ujarnya.

Zainut mengatakan akun Twitter-nya selama ini dikelola oleh tim media. Dia sendiri baru tahu ada like konten porno itu setelah admin melaporkan peretasan.

''Akun-akun media sosial atas nama saya, dikelola oleh tim media yang diketuai oleh Saudara Sya'ron Mubarok,'' ujar Zainut.

''Saya mengetahui ada peristiwa dimuatnya postingan yang melanggar kesusilaan tersebut, baru diketahui setelah admin melaporkan bahwa ada seseorang yang mengendalikan akun Twitter tersebut tanpa ijin (menghacked), karena Twitter bisa dibuka dari device mana saja,'' sambungnya.

Laporkan ke Polisi

Zainut langsung mengambil langkah cepat. Dia melaporkan hal itu ke Polda Metro Jaya diwakilkan oleh tim media sosialnya.

''Saat ini, tim pengelola akun media sosial, sudah melaporkan peristiwa ini ke Subdit Tindak Pidana Siber Polda Metro Jaya atas dugaan peretasan akun dan penyebaran konten bermuatan melanggar kesusilaan serta adanya pencemaran nama baik serta fitnah kepada saya yg dilakukan lebih dari 32 akun media sosial,'' paparnya.

''Saya memohon maaf apabila ada ketidaknyamanan atas terjadinya peristiwa ini,'' tutup Zainut.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi

       
        Loading...    
           
wwwwww