Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
10 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
Peristiwa
24 jam yang lalu
Ke KSAD Andika, 1.262 Siswa Secapa TNI Sedih Dinyatakan Positif Corona, Padahal Tak Merasakan Sakit Apapun
3
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
Politik
23 jam yang lalu
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
4
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
5
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
6
Diduga Libatkan Gubernur Papua Barat, Transparency International Minta KPK Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan
Hukum
20 jam yang lalu
Diduga Libatkan Gubernur Papua Barat, Transparency International Minta KPK Usut Tuntas Kasus Wahyu Setiawan

Kata Bashar Assad, Kematian Al-Baghdadi Hanya Tipuan, AS Akan Ciptakan Lagi dengan Nama Berbeda

Kata Bashar Assad, Kematian Al-Baghdadi Hanya Tipuan, AS Akan Ciptakan Lagi dengan Nama Berbeda
Abu Bakar Al Baghdadi. (detik.com)
Jum'at, 01 November 2019 08:50 WIB
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar Assad meragukan klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi dalam operasi penyergapan oleh pasukan AS.

Dikutip dari sindonews.com, Assad mengatakan, serangan pasukan khusus AS yang dipublikasikan secara luas yang diduga membunuh Abu Bakar al-Baghdadi meninggalkan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban dan tidak boleh diambil berdasarkan nilai nominalnya.

''Damaskus tidak berpartisipasi dalam penyerbuan dengan cara apa pun,'' kata Assad, menambahkan bahwa ia baru tahu tentang klaim itu melalui laporan media.

Assad menambahkan bahwa peserta imajiner yang ikut ambil bagian dalam operasi seharusnya memberikan kredibilitas, sementara negara-negara dalam daftar seperti itu kemungkinan akan tersanjung menjadi bagian dari operasi hebat.

''Kami tidak membutuhkan kredit semacam itu. Kami yang memerangi terorisme. Kami tidak memiliki hubungan dan tidak memiliki kontak dengan institusi Amerika,'' ujarnya seperti disitir dari Russia Today, Jumat (1/11/2019).

Pujian keras Washington atas tindakannya sendiri, gambar 'anjing pahlawan' yang mengambil bagian dalam serangan dan rekaman yang konon serangan udara, tidak meyakinkan Assad apakah itu benar-benar terjadi atau tidak.

Selain itu, ia berpikir seluruh perselingkuhan itu mirip dengan pembunuhan tahun 2011 terhadap teroris terkenal lainnya - pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden.

''Mengapa jasad Baghdadi tidak ditampilkan? Ini adalah skenario yang sama yang mirip dengan Bin Laden. Jika mereka akan menggunakan dalih yang berbeda untuk tidak menunjukkan jasadnya, mari kita ingat bagaimana (mantan pemimpin Irak) Presiden Saddam Hussein ditangkap dan bagaimana seluruh operasi ditunjukkan dari A ke Z; mereka menunjukkan gambar dan klip video setelah mereka menangkapnya,'' tutur Assad.

Pembunuhan putra-putra Saddam juga didokumentasikan dan dipublikasikan secara luas, kata Assad, sambil menambahkan, menunjukkan bahwa Amerika menyembunyikan segalanya tentang pembunuhan bin Laden dan pembunuhan al-Baghdadi, karena suatu alasan.

''Ini adalah bagian dari trik yang dimainkan oleh orang Amerika. Itulah sebabnya kita tidak boleh percaya semua yang mereka katakan, kecuali mereka menemukan bukti. Politisi Amerika sebenarnya bersalah sampai terbukti tidak bersalah, bukan sebaliknya,'' tegasnya.

Assad mengatakan, secara keseluruhan, tidak mungkin kematian pemimpin ISIS - jika dia benar-benar terbunuh - dan bahkan kehancuran utama kelompok teroris akan mengubah apa pun. Akar masalah ideologi Wahabi yang berusia lebih dari dua abad tidak akan hilang sekaligus.

Assad mengklaim pemikiran Islam radikal dan Al-Baghdadi hanyalah alat AS selama ini. Ia menambahkan bahwa alat-alat itu dapat dengan mudah dirancang ulang di tempat lain.

''Saya percaya semua yang berhubungan dengan operasi ini adalah tipuan. Baghdadi akan diciptakan kembali dengan nama yang berbeda, individu yang berbeda, atau ISIS secara keseluruhan dapat direproduksi sesuai kebutuhan dengan nama yang berbeda tetapi dengan pemikiran dan tujuan yang sama. Direktur seluruh skenario itu sama, orang Amerika,'' tukasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww