Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
11 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
Politik
24 jam yang lalu
Kurikulum Pendidikan Tak Masuk Pelajaran Tentang Pancasila, MPR Kecewa
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
Kesehatan
22 jam yang lalu
Kata Legislator setelah Aljannah Melahirkan di Teras
5
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
8 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
6
Divonis Positif Corona, Siswi Secapa ke KASAD: Siap Jenderal, Kami Sehat, Tak Pernah Flu atau Batuk
Kesehatan
20 jam yang lalu
Divonis Positif Corona, Siswi Secapa ke KASAD: Siap Jenderal, Kami Sehat, Tak Pernah Flu atau Batuk

Menteri Agama Minta Imam Berdoa Pakai Bahasa Indonesia di Masjid, Ini Alasannya

Menteri Agama Minta Imam Berdoa Pakai Bahasa Indonesia di Masjid, Ini Alasannya
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan. (okezone.com)
Jum'at, 01 November 2019 08:40 WIB
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi , mengatakan, tidak semua umat Islam mengerti Bahasa Arab, karena itu dia mengimbau para imam menggunakan bahasa Indonesia saat berdoa di masjid.

''Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,'' ujar Fachrul Razi saat membuka Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid, di salah satu hotel di Manggadua, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari okezone.com yang melansir dari laman resmi Kemenag pada Kamis (31/10/2019).

Fachrul Razi mengatakan, doa memakai bahasa Arab tetap dipertahankan namun doa menggunakan Bahasa Indonesia bisa disisipkan saat memberi khutbah.

Lanjutnya, Kemenag dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan untuk menambah pengalaman, keilmuan dan wawasan para imam masjid di Indonesia, agar terus dapat memberikan syiar dan dakwah rahmatan lil alamin kepada masyarakat.

''Para imam juga harus ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu tentunya penguasaan keislaman,'' ucap Fachrul .

''Dalam waktu dekat kita akan membuat pelatihan-pelatihan para imam masjid, yang bekerjasama dengan ormas-ormas seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya,'' katanya.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mendukung diadakannya pelatihan-pelatihan bagi para imam masjid. Pelatihan itu untuk mengembangkan wawasan para imam masjid serta guna membentuk jiwa nasionalisme.

''Pada umumnya pengelolaan masjid berhubungan dengan pengaturan alokasi dana untuk biaya operasional kegiatan masjid. Umumnya kegiatan masjid selama ini yang dipahami tak jauh dari kegiatan salat. Padahal bisa lebih luas, misalnya, pengajian atau pesantren kilat,'' tuturnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww