Bayi Usia 9 Bulan Meninggal Gara-gara Wajahnya Ditiduri Kucing Peliharaan Orangtuanya

Bayi Usia 9 Bulan Meninggal Gara-gara Wajahnya Ditiduri Kucing Peliharaan Orangtuanya
Kereta bayi Alexandra. (dailymaill)
Rabu, 04 Desember 2019 08:33 WIB
KIEV - Kejadian ini perlu menjadi pelajaran bagi keluarga yang memiliki bayi dan memelihara kucing di rumahnya. Seorang bayi perempuan berusia sembilan bulan di Ukraina, meninggal dunia setelah seekor kucing tidir di atas wajahnya.

Dikutip dari okezone.com yang melansir Daily Mail, Selasa (3/12/2019), bayi bernama Alexandra itu tertidur di kereta bayi di halaman belakang rumahnya. Ibunya, Snezhana (22), saat itu melakukan pekerjaan rumah.

Snezhana, yang tinggal di wilayah Vinnytsia, Ukraina, kemudian datang untuk memeriksa bayinya. Ketika itu dia menemukan seekor kucing tertidur di wajah Alexandra.

Kucing itu melompat keluar dari kereta bayi dan melarikan diri dan Snezhana menemukan Alexandra sudah tidak bernapas.

Sang ibu memanggil paramedis setempat dan ambulans, tetapi mereka tidak bisa menyelamatkan bayinya, yang meninggal karena asfiksia—tubuh kekurangan oksigen.

''Bayi itu berpakaian bagus, lengannya keluar. Ketika kami datang, bayi itu masih hangat ... Kami menemukan bayi itu dalam keadaan meninggal,'' kata Halyna Zakharchuk, paramedis desa.

''Aku berlari ke sana, ambulans datang dengan cepat. Kami tidak dapat membantu ... kami mencoba menyadarkannya selama 30 hingga 40 menit,'' tambah dia.

Polisi setempat Pavlo Darmorgrai mengatakan bahwa sang ibu bayi melihat kucing tidur di kepala bayinya.

''Jenazah (bayi) itu dikirim ke ahli forensik, autopsi sudah dilakukan. Pendapat awal dari ahli adalah bahwa itu asfiksia. Tidak ada luka ditemukan di tubuh bayi.''

Bayi itu adalah anak tunggal Snezhana dengan suaminya Alexander.

Keluarga itu memiliki dua kucing, ditunjukkan oleh saluran Berita TSN Ukraina. Tidak jelas kucing mana yang menyebabkan tragedi itu.

Polisi mengatakan kematian itu tidak disengaja. ''Kami tidak mengambil tindakan apa pun terhadap ibu sang bayi.''

''Kami mengerti ini adalah masalah psikologis besar dalam keluarga itu sekarang,'' ujar Darmorgrai.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww