Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
5 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
6 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
6 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Ekonomi
7 jam yang lalu
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh

Dijanjikan Bekerja di Rumah Sakit, Gadis Lulusan Akper Bersedia Kirim Foto Bugil Sebagai Syarat

Dijanjikan Bekerja di Rumah Sakit, Gadis Lulusan Akper Bersedia Kirim Foto Bugil Sebagai Syarat
Ilustrasi. (int)
Senin, 09 Desember 2019 08:15 WIB
PALEMBANG - JM, seorang gadis lulusan Akademi Keperawatan (Akper) di Palembang, Sumatera Selatan, menjadi korban penipuan pria yang mengaku karyawan bank BUMN.

Dikutip dari merdeka.com, pelaku yang bernama Wahyudi (35), warga Jalan Mayor Zen Lorong Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidoni Palembang, awalnya berkenalan dengan korban, JM, melalui media sosial.

Pelaku menjanjikan korban bisa bekerja di rumah sakit tanpa tes. Karena pelaku mengaku kenal dekat dengan pemilik rumah sakit di Palembang.

Modus yang dilakukan untuk meyakinkan korban, yaitu dengan berpura-pura menghubungkan JM dengan pemilik rumah sakit.

''Saya bilang kalau pemilik RS sedang sibuk dan langsung berkomunikasi dengan staf RS untuk masuk kerja tanpa tes,'' ucapnya, saat diinterogasi di Polda Sumsel, Sabtu (7/12).

Dari obrolan di aplikasi pesan instan WhatsApp, korban langsung diterima kerja tanpa syarat apapun. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi korban, dengan modus untuk meyakinkan staf RS di Palembang bahwa korban adalah perempuan.

Buktinya yakni dengan mengirimkan foto tanpa busananya ke staf pemilik RS tersebut melalui aplikasi WhatsApp. Jika sudah terkirim, staf pemilik RS tersebut baru percaya jika korban benar-benar perempuan.

Agar tidak ketahuan, pelaku ini sengaja hanya berkomunikasi melalui pesan instan saja. Dia menolak jika berkomunikasi via telepon atau video call.

''Saya memang sengaja melalui chatting saja, karena baik jadi pemilik RS hingga staff RS semuanya saya yang berperan,'' katanya.

Tidak hanya meminta foto bugil saja, pelaku juga memberi syarat kedua yaitu pembayaran administrasi sebesar Rp500 ribu.

Pembayaran tersebut dilakukan secara langsung, dengan modus ada petugas RS yang akan datang menemui korban. Lagi-lagi, warga Kecamatan Kalidoni Palembang ini berperan mengambil uang tersebut ke korban.

Ancam Sebarkan Foto Bugil

Karena tak kunjung mendapat kabar baik, JM akhirnya mulai curiga dengan gelagat pelaku. Korban lalu mengancam akan melaporkannya ke aparat kepolisian dengan modus penipuan.

''Karena diancam, saya balik mengancam dia dengan modal foto bugilnya akan saya sebarkan. Jadi dia ketakutan dan tidak lagi mengancam saya,'' ungkapnya.

Ternyata, Wahyudi memanfaatkan ketakutan JM untuk memerasnya. Beberapa kali, pelaku meminta uang ke korban, dengan ancaman akan menyebarkan foto bugilnya ke internet.

Karena tak tahan dengan ancaman pelaku, JM akhirnya memberanikan diri melaporkan penipuan dan pengancaman tersebut ke Polda Sumsel.

Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Zulkarnain melalui Kasubdit V Siber Kompol Adhi Setyawan mengungkapkan,dari laporan korban, dilakukan penyelidikan dan melacak keberadaan tersangka.

''Dari pengakuan pelaku, tidak hanya satu korbannya namun cukup banyak. Ada banyak bukti foto-foto bugil korban lainnya di telepon genggam pelaku yang kami sita,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww