Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
14 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
11 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
8 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
Demokrat Tugaskan Denny Indrayana Tetapkan Pasangan di Pilgub Kalsel
Politik
23 jam yang lalu
Demokrat Tugaskan Denny Indrayana Tetapkan Pasangan di Pilgub Kalsel
5
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
13 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
6
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning

UN Dihapus, Ratusan Miliar Rupiah Dihemat, Bisa Digunakan Bangun Infrastruktur

UN Dihapus, Ratusan Miliar Rupiah Dihemat, Bisa Digunakan Bangun Infrastruktur
Ilustrasi siswa SMA mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer. (int)
Sabtu, 14 Desember 2019 18:43 WIB
JAKARTA - Ratusan miliar rupiah digelontorkan setiap tahun untuk penyelenggaraan Ujian Nasional (UN). Dengan dihapuskannya UN, maka ratusan miliar rupiah bisa dihemat.

''UN nanti kan enggak ada lagi atau diganti lebih ke arah asesmen. Itu yang selama ini, ratusan miliar bisa dihemat. yang kemudian bisa kita lokasikan untuk bisa apa, misalnya untuk pengembangan infrastruktur,'' kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud Ade Erlangga Masdiana usai diskusi bertajuk ''Merdeka Belajar Merdeka UN'' di kawasan Menteng, Sabtu (14/12/2019), seperti dikutip dari kompas.com.

Erlangga menuturkan, salah satu pengembangan infrastruktur yang dimaksud adalah perbaikan sekolah-sekolah rusak.

Di samping itu, dana yang dihemat dari peniadaan UN juga akan dialokasikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas guru. 

''Oleh karena itu hal-hal yang kemudian kita lakukan efisiensi itu bisa kita alokasikan kepada hal yang sangat urgen ke depan,'' ujar Erlangga.

Diberitakan sebelumnya, Kemendikbud telah menetapkan 4 pokok kebijakan bidang pendidikan nasional melalui program ''Merdeka Belajar''.

Salah satu kebijakannya adalah menghapus sistem Ujian Nasional mulai 2021 mendatang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan, UN tahun 2020 akan menjadi UN terakhir.

''Penyelenggaraan UN tahun 2021 akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,'' ujar Nadiem.

Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11) sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww