Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
Politik
15 jam yang lalu
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
2
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
3
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
21 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
4
Menang Mancing, Jepri Kurniawan Berbagi Rezeki
Sepakbola
24 jam yang lalu
Menang Mancing, Jepri Kurniawan Berbagi Rezeki
5
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
Hukum
21 jam yang lalu
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
6
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
Politik
10 jam yang lalu
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka

Bom Meledak dalam Masjid Saat Shalat Jumat, 14 Jamaah Wafat dan 20 Terluka
Suasana di masjid Quetta usai terjadinya ledakan, Jumat (10/1). (sindonews.com)
Sabtu, 11 Januari 2020 13:55 WIB
RIYADH - Bom meledak dalam masjid di ibu kota Provinsi Balochistan, Quetta, di barat laut Pakistan, saat umat Islam menunaikan shalat Jumat. Sedikitnya 14 Jamaah wafat dan 20 orang lainnya menderita luka-luka akibat serangan bom tersebut.

Dikutip dari sindonews.com, menurut keterangan pejabat kepolisian yang dilansir RT, Sabtu (11/1/2020), Wakil Inspektur Polisi Haji Aman Ullah termasuk di antara korban tewas dalam ledakan itu.

Juru Bicara Rumah Sakit, dokter Wasim Baig, mengatakan, 13 orang lainnya, termasuk imam masjid, juga tewas dalam ledakan tersebut. Sementara 20 korban mengalami luka-luka. Sumber pasti dari ledakan itu masih belum jelas.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Balochistan Zia Langove menyebut serangan bom itu sebagai tindakan teroris, dengan beberapa laporan menyatakan bahwa wakil inspektur polisi yang berada di sana sebagai target sebenarnya dari serangan tersebut.

Insiden itu terjadi hanya beberapa hari setelah ledakan lain di Quetta yang menargetkan kendaraan Korps Perbatasan (FC), sebuah kelompok paramiliter yang bertugas menjaga perbatasan dengan Afghanistan dan Iran, serta menjaga hukum dan ketertiban di Balochistan.

Dua orang tewas dan 13 lainnya luka-luka ketika sepeda yang penuh dengan bahan peledak meledak di dekat mobil FC, turut merusak toko-toko terdekat.

Hizbul Ahrar, kelompok militan cabang dari Taliban Pakistan, mengaku bertanggung jawab atas serangan bom sepeda pada Selasa 7 Januari. Namun, tidak ada yang langsung mengaku bertanggung jawab atas pengeboman masjid pada Jumat.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww