Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
Pemerintahan
5 jam yang lalu
1,6 Juta ASN Akan Dipecat, Tjahjo Sebut Tak Ada Hubungannya dengan Corona
2
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
Politik
6 jam yang lalu
RUU HIP Bergejolak, PDIP Copot Rieke Diah dari Pimpinan Baleg DPR RI
3
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Lukman Edy Mengaku Siap Laksanakan Perintah Presiden
4
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
Pendidikan
6 jam yang lalu
Guru Besar UGM Sebut Nadiem Lebih Cocok jadi Dirjen Ketimbang Menteri
5
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Mantan Pemred Tempo Angkat Bicara Soal Isu Terima Duit KKP
6
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh
Ekonomi
7 jam yang lalu
Pandemi Covid-19, Usaha Travel Haji dan Umrah Lumpuh

Korban Virus Corona Terus Berjatuhan, Sudah 41 Orang Tewas

Korban Virus Corona Terus Berjatuhan, Sudah 41 Orang Tewas
Petugas kesehatan membawa seorang pasien ke dalam rumah sakit Jinyintan. (tribunnews)
Sabtu, 25 Januari 2020 10:01 WIB
BEIJING - Korban virus corona wuhan terus berjatuhan. Hingga Sabtu (25/1/2020), jumlah korban tewas akibat virus ganas tersebut sudah mencapai 41 orang.

Dikutip dari tribunnews.com, berdasarkan data yang dirilis pemerintah daerah, Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, menjadi tempat terbanyak kasus virus corona, sudah mencapai 572 kasus.

Dilansir AlJazeera, total kasus virus corona di China mencapai 1.287 hingga Sabtu (25/1/2020).

Sementara itu, 13 kota di China dilaporkan diisolasi untuk mencegah penyebaran virus.

Mengutip South China Morning Post, hingga Sabtu pagi waktu setempat, 41 orang dilaporkan meninggal karena virus corona. Sebanyak 39 korban berasal dari Provinsi Hubei. Sementara dua lainnya dari Provinsi Hebei dan Heilongjiang.

Provinsi Hebei diketahui berada di dekat Beijing, sedangkan Heilongjiang berada sekitar 2.400 km dari Wuhan.

Terkait hal tersebut, puluhan juta orang di Provinsi Hubei diisolasi.

Larangan Perjalanan

Larangan perjalanan telah diberlakukan di sebagian provinsi Wuhan. Penerbangan, kereta api, bus, dan feri yang menuju atau dari Wuhan telah ditangguhkan.

Padahal Wuhan diketahui merupakan pusat untuk beberapa jalur kereta berkecepatan tinggi.

Kendaraan pribadi dari Wuhan juga semakin diperketat izin berjalannya.

Atas perintah pemerintah Kota Chibi, yang terletak di sebelah Wuhan, kendaraan berplat nomor Wuhan, dilarang untuk masuk stasiun pengisian bahan bakar di kota tersebut.

Tak hanya itu, 18 provinsi di China lainnya juga telah mencanangkan tanggap darurat kesehatan masyarakat.

Acara publik, bisnis, dan sekolah bisa ditangguhkan, juga warga-warga kemungkinan akan dikarantina.

Menyebar ke Eropa

Dilansir South China Morning Post, Virus Corona tampaknya telah menyebar hingga benua Eropa. Kasus virus corona pertama di Eropa, dilaporkan terjadi di Prancis pada Jumat (24/1/2020).

Sebanyak tiga orang tengah menjalani perawatan dengan dugaan terjangkit virus tersebut. Dua dirawat di rumah sakit di Paris, satu lainnya di Bordeaux barat daya Prancis.

Menteri Kesehatan Prancis, Agnes Buzyn, mengatakan pasien di Bordeaux baru saja kembali dari China sekitar dua hari lalu.

Pasien berusia 48 tahun tersebut diketahui juga sempat berkunjung ke Wuhan, yang menjadi pusat penyebaran virus corona.

Selain Prancis, seorang siswa Nepal yang pulang kampung untuk merayakan Tahun Baru Imlek juga dinyatakan positif virus corona.

Dilansir Reuters yang dikutip South China Morning Post, siswa tersebut merupakan murid di sebuah sekolah di Wuhan.***

Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam

wwwwww