Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
12 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
7 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
6 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
8 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
7 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran

Jadi Juara I Lomba Lari 21 Kilometer yang Digelar Dinas PU, Siswi SD Menangis karena Tak Ada Hadiahnya

Jadi Juara I Lomba Lari 21 Kilometer yang Digelar Dinas PU, Siswi SD Menangis karena Tak Ada Hadiahnya
Asmarani Dongku. (kompas.com)
Kamis, 30 Januari 2020 07:11 WIB
POSO - Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Tengah menggelar lomba lari maraton 21 kilometer di Kabupaten Poso, pada Sabtu (25/1/2020). Asmarani Dongku, siswi kelas VI SD, menjadi juara I pada lomba tersebut.

Dikutip dari kompas.com, meski menjadi juara I, namun bocah perempuan asal Desa Pandiri, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso itu kecewa dan menangis, karena ternyata ia tak mendapatkan hadiah.

Lomba lari 21 kilometer itu diikuti 40 peserta. Star dari kantor Bupati Poso dan finis di Desa Toyado, Kecamatan Lage.

''Saya menangis, capek dan tidak ada hadiahnya. Nanti di finish baru dibilang tidak ada hadiahnya. Kalau saya tahu tidak ada hadiahnya, saya tidak akan ikut Pak,'' kata Asmarani, di Poso, Selasa (28/1/2020), seperti ditulis Antara.

Asmarani merupakan keluarga pelari yang hidup sederhana. Ia tertarik ikut lomba tersebut karena ajakan tetangganya.

Dia mengatakan, pengalamannya mengikuti lomba lari, selalu ada hadiah berupa uang tunai mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 3 juta untuk juara I.

Kepala Dinas PU Sulteng Saifullah Djafar mengatakan, lomba lari itu tidak memiliki hadiah. Sebab, acara itu bukan lomba lari namun hanya acara syukuran atas selesainya pekerjaan peningkatan jalan Kelurahan Lawanga- Toyado.

Pemenang hanya mendapatkan medali sebagai tanda keikutsertaan dalam acara itu.

''Jadi sejak awal kita sudah sampaikan, bahwa acara ini tanpa hadiah,'' jelas Saifullah yang dihubungi dari Poso.

Dia mengatakan, acara syukuran itu diikuti peserta dari Poso dan Palu yang telah mengetahui tidak ada hadiahnya.

Untuk mengikuti acara lomba lari itu, peserta harus mendaftar melalui komunitas masing-masing dan mendaftar secara kolektif ke pelaksana.

''Kemungkinan anak itu mendaftar tanpa diberikan informasi bahwa lomba itu tak ada hadiahnya hanya medali,'' kata Saifullah.

Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Poso, Wayan, mengatakan, kegiatan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Pemkab Poso.

Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu, kata Wayan, saat itu hanya diberikan waktu untuk melepas peserta lari.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww