Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
11 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
6 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
5 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
7 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
6 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang

Virus Corona Sudah Bunuh 162 Orang
Petugas kesehatan sedang memantau kondisi pasien terinfeksi virus corona. (sindonews)
Kamis, 30 Januari 2020 08:20 WIB
WUHAN - Virus corona terus menebar kematian. Laporan terbaru dari Komisi Kesehatan Provinsi Hubei, jumlah korban tewas akibat virus ganas tersebut telah mencapai 162 orang.

''Ada 1.032 kasus lain yang terdeteksi di Hubei, dengan total menjadi 4.586,'' kata komisi itu seperti dikutip dari sindonews.com yang melansir dari Channel News Asia, Kamis (30/1/2020).

Sejumlah negara telah menerbangkan warganya keluar dari daerah itu karena jumlah kematian yang terus melonjak.

Sementara itu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyuarakan keprihatinan serius tentang penyebaran virus corona Wuhan dari orang ke orang di tiga negara lain.

Lebih dari 50 juta orang telah dikarantina di dalam dan sekitar Wuhan, kota pusat industri di mana wabah ini pertama kali muncul. Ini dilakukan otoritas China sebagai upaya untuk menghentikan infeksi yang telah menyebar ke kota dan negara lain.

Sementara itu beberapa ahli percaya virus baru, yang dikenal sebagai nCov-2019, tidak mematikan seperti SARS, peringatan telah muncul karena penyebarannya yang cepat dan banyak atribut yang tidak diketahui, seperti seberapa mematikannya virus ini.

Seperti infeksi pernapasan lainnya, infeksi ini ditularkan melalui batuk dan bersin, dengan waktu inkubasi antara satu dan 14 hari. Ada tanda-tanda virus tersebut mungkin menyebar sebelum gejala muncul.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam

wwwwww