Pasien Virus Corona Tewas di Jepang, Kasus Kematian Ketiga di Luar China Akibat Covid-19

Pasien Virus Corona Tewas di Jepang, Kasus Kematian Ketiga di Luar China Akibat Covid-19
Para turis mengenakan masker pelindung, berjalan melewati Gerbang Kaminarimon ketika mereka mengunjungi Kuil Sensoji di Tokyo, Jepang, 31 Januari 2020 lalu. (sindonews.com)
Jum'at, 14 Februari 2020 10:08 WIB
TOKYO - Seorang wanita berusia 80 tahun terinfeksi virus corona dilaporkan meninggal dunia di Jepang. Ini merupakan kasus kematian ketiga di luar China, setelah di Hong Kong dan Filipina.

Dikutip dari sindonews.com, meski wanita yang meninggal tersebut mengalami gejala mirip terinfeksi Covid-19 (virus corona baru), namaun Menteri Kesehatan Katsunobu Kato pada Kamis (13/2/2020) menegaskan, penyebab kematiannya belum belum jelas.

''Hubungan antara Coronavirus baru dan kematian orang itu masih belum jelas,'' kata Kato pada briefing larut malam. ''Ini adalah kematian pertama seseorang yang dites positif (Covid-19).''

Menteri Kato mengatakan wanita yang tinggal di Prefektur Kanagawa itu mengalami gejala terinfeksi Covid-19 pada 22 Januari dan dirawat di rumah sakit pada 1 Februari.

''Dia dicurigai terinfeksi dengan virus Corona baru sehingga...tes dilakukan. Hasil tes positifnya dikonfirmasi setelah kematiannya,'' katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Kasus ini muncul ketika Jepang menangani lebih dari 200 orang yang positif terinfeksi Covid-19. Ratusan orang itu merupakan orang yang berada di atas kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di lepas pantai negara itu sejak awal Februari.

Mereka yang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 telah dibawa ke rumah sakit, di mana lima orang di antaranya dalam kondisi serius.

Pihak berwenang mengatakan pada hari Kamis mereka akan mengizinkan penumpang berusia lanjut dari kapal pesiar itu untuk pindah ke penginapan yang ditunjuk pemerintah untuk menjalani sisa karantina jika hasil tes menunjukkan negatif terinfeksi Covid-19.

Sejauh ini, 218 orang di kapal telah dinyatakan positif terinfeksi virus asal China tersebut, bersama dengan seorang petugas karantina.

Kapal dijadwalkan untuk tetap di karantina sampai 19 Februari 2020, atau sekitar 14 hari setelah periode isolasi dimulai.

Jepang secara terpisah melaporkan setidaknya 28 kasus Covid-19, termasuk di antaranya warga yang dievakuasi dari Hubei, provinsi di China yang jadi pusat wabah penyakit tersebut. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi

wwwwww