Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
23 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
7 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
5
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
7 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
6
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan

234 Napi Terinfeksi Virus Corona, 8 Pejabat Lapas Dipecat

234 Napi Terinfeksi Virus Corona, 8 Pejabat Lapas Dipecat
Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat memeriksa pasien virus corona di ruang isolasi rumah sakit di Wuhan, Cina (6/2/2020). (tempo.co)
Jum'at, 21 Februari 2020 17:23 WIB
BEIJING - Pemerintah China memecat delapan pejabat lembaga permasyarakatan (Lapas). Pemecatan itu terkait 234 narapidana (napi) terinfeksi virus corona di dua penjara di Provinsi Shandong dan Zhejiang.

Dikutip dari tempo.co, Deputi Sekretaris Jenderal Pemerintah Daerah Shandong, Yu Chenghe, mengatakan, mereka dipecat karena dinilai gagal menjalankan tangung jawabnya.

''Mereka gagal menjalankan tanggung jawab mereka. Kerja mereka tidak solid dan pencegahan epidemi virus Corona pun berjalan dengan tidak akurat,'' ujar Yu Chenghe, sebagaimana dikutip dari Reuters, Jumat (21/2/2020).

Berdasarkan rincian yang didapat dari Reuters, jumlah napi tertular virus corona terbanyak berada di penjara Shandong. Di sana, sebanyak 207 napi tertular virus corona.

Agar jumlah napi yang tertular virus Corona tidak bertambah banyak, pemerintah Shandong memutuskan untuk memindahkan para napi yang tertular ke rumah sakit Jining. Sementara itu, untuk mereka yang masih berada di penjara, pemerintah Shandong membangun fasilitas khusus di dalam kompleks penjara.

Investigasi terhadap kedua Lapas juga akan dilangsungkan. Dengan begitu, menurut pemerintah Cina, bisa diketahui apa penyebab virus corona masuk ke dalam penjara di Zhejiang dan Shandong.

Hingga Jumat (21/2/2020), jumlah total kasus virus corona di seluruh dunia sudah mencapai 76.772. Sementara itu, korban meninggal ada 2.247 dan pasien sembuh ada 18.438 orang.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam

wwwwww