Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
24 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
2
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
24 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
3
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Sa'adah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
Olahraga
21 jam yang lalu
Jadi Ambasador University Leipzig, Nurul Saadah: Ayo Dapatkan Beasiswa di Luar Negeri
4
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
7 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan
Peristiwa
17 jam yang lalu
Jokowi Bersikukuh Lanjutkan Kartu Prakerja Lewat Perpres, Sukamta: Harusnya Dihentikan

Gigih Bongkar Korupsi, PNS Jujur Ini 53 Kali Dipindahtugaskan dalam 26 Tahun

Gigih Bongkar Korupsi, PNS Jujur Ini 53 Kali Dipindahtugaskan dalam 26 Tahun
PNJ jujur dan gigih bongkar korupsi, Ashok Khemka. (merdeka.com)
Sabtu, 22 Februari 2020 12:35 WIB
JAKARTA - Ashok Khemka (54), diganjal kariernya sebagai pegawai negeri sipil (PNS), karena kegigihannya membongkar kasus-kasus korupsi.

Dikutip dari merdeka.com, dalam buku yang ditulis dua jurnalis, terungkap Ashok Khemka telah dipindahtugaskan 53 kali dalam 26 tahun akibat kejujuran dan keberaniannya itu. Buku baru itu akan diterbitkan bulan depan.

Kisah tentang bagaimana para politisi ketakutan ketika mendengar Khemka akan datang ke daerah mereka dan mereka sibuk memikirkan alasan-alasan untuk mengusirnya, diceritakan dalam buku ''Just Transfered: The Untold Story of Ashok Khemka'' yang ditulis Bhavdeep Kang dan Namita Kala itu.

''Sepanjang kariernya, Khemka telah menderita karena kelakuan para politisi lantaran dia menolak berkompromi. Tindakan mereka yang memiliki kepentingan pribadi belum mampu mengguncang semangat Khemka yang tak tergoyahkan,'' tulis buku itu.

Lebih Separuh Warga Menyuap

Dikutip merdeka.com dari laman the Guardian, Jumat (21/2), Khemka mengatakan, dia tidak menyebutkan nama mereka tetapi hanya menyerahkannya kepada penulis untuk menggali fakta tentang politisi yang terus memindahkannya, dan mengapa selalu seperti itu.

Tempatnya yang terlama adalah 19 bulan, sedangkan yang terpendek adalah satu minggu. Khemka dipindahkan rata-rata setiap enam bulan sekali.

Lembaga anti-korupsi Transparency International mengatakan dalam sebuah laporan tahun lalu, lebih dari separuh orang India membayar suap kepada polisi atau pejabat pemerintah lainnya. Hampir setengah anggota parlemen saat ini memiliki kasus pidana yang tertunda.

Khemka menjadi terkenal pada 2012 ketika dia membatalkan perjanjian tanah yang diduga ilegal oleh Robert Vadra, menantu pemimpin Partai Kongres Sonia Gandhi.

Dia saat ini ''membusuk'' - seperti yang dia katakan - di Departemen Arkeologi dan Museum di Negara Bagian Haryana, India.

Terlepas dari pengalamannya, Khemka berharap agar pemuda India terus bergabung dengan pegawai negeri sipil.

''Kamu harus terus melakukannya jika kamu ingin membawa perubahan. Mereka akan menderita kesulitan jika mereka adalah petugas yang jujur tetapi setiap pekerjaan memiliki kesulitannya,'' kata Khemka.

Istri dan kedua anaknya telah mengetahui banyak kesulitan Khemka. Mereka terus mencari rumah untuk disewa namun tidak dapat menatanya.

Tepat ketika keluarganya akrab dengan suatu tempat, tiba saatnya mereka untuk pergi. Pada saat anak-anaknya menjalin pertemanan baru, mereka kembali harus pindah. Mereka telah pindah ke lebih banyak sekolah daripada yang ingin diingat Khemka.

Tetapi lebih dari kesulitan yang lain, pemindahan kerja itu adalah penghinaan yang paling menyakitkan.

''Itu adalah penghinaan yang saya dan keluarga saya merasa sulit untuk diterima,'' kata Khemka. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww