Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
10 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
3
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
9 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
4
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
9 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
5
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
23 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
6
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
8 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi

Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara

Terus Meluas ke Luar China, WHO Prediksi Virus Corona Akan Menjangkiti Seluruh Negara
Badan Kesehatan Dunia (WHO) Umumkan kondisi virus corona secara global. (sindonews.com)
Minggu, 23 Februari 2020 08:40 WIB
JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganggap 'waktu hampir habis' menghentikan merebaknya virus corona ke berbagai negara.

Dikutip dari sindonews.com, para ahli kesehatan WHO memprediksi virus corona kemungkinan akan menjangkiti semua negara di dunia.

Mereka juga memperingatkan bahwa semakin lama wabah virus corona terus berlanjut, maka semakin besar risiko pandemi global yang dapat mengancam jutaan jiwa.

''Kita masih berada dalam tahapan dimana usaha pembatasan penyebaran masih bisa dilakukan, tapi kesempatan untuk melakukan hal itu semakin kecil,'' tutur Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Jumat (21/2), seperti dilansir The NYTimes.

Ia mengatakan, kendati jumlah penderita di luar China masih relatif kecil, ia cemas karena munculnya kasus-kasus di seluruh dunia yang tampaknya tidak ada hubungan yang jelas dengan China.

James Gorie Penulis Buku The China Crisis menulis semakin lama Coronavirus tidak terkendalikan, maka semakin sulit menemukan vaksinnya. Alasannya adalah sederhana namun menghancurkan.

''Virus Covid-19 berkemampuan berubah bentuk dengan cepat, ini dikenal sebagai tingkat mutasi. Saat terjadi mutasi pada virus Covid-19, strain baru virus Covid-19 dapat berkembang dari waktu ke waktu,'' tulis buku tersebut.

Strain baru tersebut akan akrab dengan sistem kekebalan tubuh manusia dan belum asing bagi sistem kekebalan tubuh manusia pada saat yang sama. Proses tersebut adalah logis dan mematikan.

Saat virus tersebut menginfeksi korban, virus mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai sistem kekebalan tubuh manusia. Virus tersebut kemudian bermutasi sehingga menjadi lebih mudah beradaptasi dengan sistem kekebalan tubuh manusia yang baru.

Proses adaptasi semacam itu membuat virus tersebut semakin mematikan. Bahkan, lebih dari 20 jenis novel coronavirus ditemukan pada manusia yang terinfeksi.

Itulah sebabnya dan bagaimana virus Covid-19 berpotensi menjadi lebih menular dan dengan daya mematikan yang lebih tinggi daripada strain yang ada saat ini. Ditambah lagi, dengan masa inkubasi tanpa gejala hingga 24 hari, potensi pandemi menjadi lebih besar dan sudah pasti lebih mematikan.***

Editor:hasan b
Kategori:Ragam

wwwwww