Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
23 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
2
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
Nasional
22 jam yang lalu
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
3
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Politik
22 jam yang lalu
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
4
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
Internasional
23 jam yang lalu
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
5
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
Bawaslu: Hari Kedua Kampanye, Paslon di 10 Daerah Langgar Protokol Corona
6
Komisi X Sambut Baik Pencabutan Kluster Pendidikan dari RUU Ciptaker
Politik
24 jam yang lalu
Komisi X Sambut Baik Pencabutan Kluster Pendidikan dari RUU Ciptaker
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Program Rehabilitasi Eks Anggota Gafatar Dinsos Yogyakarta Diprotes DPRD

Program Rehabilitasi Eks Anggota Gafatar Dinsos Yogyakarta Diprotes DPRD
Gedung DPRD DI Yogyakarta (net).
Senin, 01 Februari 2016 23:34 WIB
YOGYAKARTA - Program rehabilitasi terhadap 236 orang eks anggota Gafatar di Daerah Istemewa Yogyakarta mendapat kritik dan protes dari DPRD DI Yogyakarta. Pasalnya pola penanganan warga Yogyakarta eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), dinilai terlalu singkat untuk membuat deradikaliasasi ideoligi gafatar, karena hanya berlangsung tiga hari.

Hal tersbut disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD DI Yogyakarta, M Yazid, Senin (01/02/2016) usai rapat dengan Dinas Sosial DIY.

"Doktrin Gafatar itu dilakukan bertahun-tahun. Tidak mungkin penanganan (rehabilitasi) hanya dilakukan tiga hari. Ini terlalu singkat," ungkap M Yazid, di gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Masih menurut Yazid, pengembalian eks Gafatar ke tempat asal tanpa rehabilitasi maksimal akan menimbulkan risiko yang bisa berakibat fatal. Dimana pada saat berbaur dengan warga, eks Gafatar dapat menebarkan pemahamannya dan bisa menimbulkan gejolak.

Saat ini, 236 orang eks anggota Gafatar masih berada di tempat Youth Center, Melati, Sleman, DI Yogyakarta. Setelah diberi pemahaman oleh Dinas Sosial DI Yogyakarta selama 3 hari, rencananya mereka akan diserahkan ke pemerintah Kabupaten besok, Selasa (02/02/2016). ***

Editor:Daniel Caramoy
Sumber:Merahputih.com
Kategori:DI Yogyakarta, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww