Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
Nasional
20 jam yang lalu
Sebagian PNS Akan Dipindahkan ke Desa, Ini Kriterianya
2
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: "Saya bisa Menghilang Kapan Saja"
Kesehatan
22 jam yang lalu
Pengungkapan Asal Mula Covid-19: Saya bisa Menghilang Kapan Saja
3
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Mendagri Tekankan Disiplin Protokol Kesehatan pada Persiapan Pembelajaran Tatap Muka
4
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
Pemerintahan
22 jam yang lalu
Padat Karya Kemendes PDTT Sasar 5 Juta Pekerja Desa
5
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
Hukum
21 jam yang lalu
Cyber Indonesia Laporkan Anji ke Polisi
6
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Umum
21 jam yang lalu
Kisah Mualaf Wilfred Hoffman, Publikasikan Buku Menggegerkan Saat Jadi Dubes Jerman di Maroko
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Wonderful Indonesia 2016

Gaet Wisatawan Perbatasan dengan Festival Musik dan Wonderful Indonesia

Gaet Wisatawan Perbatasan dengan Festival Musik dan Wonderful Indonesia
Musisi legendaris Koes Plus bersaudara. (net)
Rabu, 24 Februari 2016 21:43 WIB
Penulis: Daniel Caramoy
JAKARTA- Harus diakui, karya seniman musik dan film Indonesia, lebih berwarna, lebih berselera, lebih universal, dibandingkan dengan karya-karya musisi dan sianis negara tetangga Malaysia.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Indikasinya gampang, karena lebih banyak group musik dan artis Indonesia yang lebih ngetop di Negeri Jiran itu, katimbang ciptaan orang Malaysia yang ngehits di Indonesia. "Perbedaan value ini saya baca sebagai peluang atau opportunity. Dengan musik, dengan lagu, kita bisa mendatangkan lebih banyak orang ke Indonesia," kata Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, Rabu (24/02/2016) di Jakarta.

Dan masih menurutnya, karya musik Indonesia lebih bagus. "Musik kita diterima dengan baik di sana, maka menggunakan bahasa musik akan lebih cepat menggaet wisatawan masuk, terutama di daerah perbatasan. Setelah itu, tahap berikutnya adalah memperkenalkan cultural value yang lain, dan menjadikan commercial value. Seperti kuliner dan kunjungan ke beberapa objek wisata yang ada di sekitar daerah itu,’’ jelas Arief Yahya.

Itulah asal muasal, mengapa Arief Yahya banyak membuat iven musik, festival dan hiburan di daerah perbatasan. Hal ini pulalah yang sedang dilakukan oleh Kemenpar dengan mempersiapkan Festival Wonderful Indonesia di perbatasan Aruk, Kalimantan Barat atau perbatasan dengan Kuching, Malaysia, pada tanggal 27-29 Februari 2016. Puncak acaranya akan dihibur dengan penampilan berbagai musisi.

Di Aruk, Sambas, Kalbar sendiri, ada Air Terjun Riam Merasap. Panoramanya, tidak perlu diragukan, sangat menawan. Amenitasnya, memang belum sesempurna di objek wisata di Bali, Bintan atau Jakarta. Tetapi, sudah tersedia kantin, perhotelan, penginapan, kawasan offroad, souvenir shop, arung jeram, dan budidaya keramba. "Ada music, ada festival, ada destinasi yang bisa ditonton, itu kekuatan tersendiri," ungkapnya.

Ada banyak pemusik, group musik, vokalis, artis dan lagu-lagu Indonesia yang ngetop di Malaysia, sejak era tahun 70-an. Ada nama-nama legendaris, seperti Said Effendi yang ngetop dengan lagu Fatwa Pujangga tahun 1957, ada Koes Bersaudara yang mendominasi tangga lagu-lagu popular di radio-radio Malaysia dan Singapura, dengan lagu Pagi Indah dan Oh Kau Tahu.

Atau juga Alfian, Lilis Syarif, Tiar Ramon, Emilia Contessa, Inneke Kusumadewi, Aida Mustafa, Bimbo, Khatanti Yosepha (Tanti Yosepa) dan Wirdaningsih. Any Ray, Ivo Nilakresna, Titik Puspa dan masih banyak yang lain.

Saat ini pun nama-nama seperti Rossa, Krisdayanti, Syahrini, Raisa, Afgan, Judika, Cakra Khan, Sheila On 7 dan Noah juga sangat popular di Malaysia. Inilah yang dimaksud dengan menjadikan cultural value menjadi commercial value dengan bungkus pariwisata. "Melalui Festival Wonderful Indonesia dan event hiburan di perbatasan, secara otomatis akan mengundang banyak orang Malaysia datang dan menikmati lagu-lagu idolanya,"jelas dia.

Impact terhadap ekonomi penduduk juga akan terasa. Harus diakui pula, kondisi ekonomi di daerah perbatasan itu masih jauh tertinggal dari daerah lain. ‘’Kami ingin pariwisata bisa men-drive perekonomian di kawasan perbatasan. Dengan kegiatan yang rutin, tentu akan menjadi lokomotif yang baik buat ekonomi masyarakat,’’ kata Arief Yahya. (*/dnl)


wwwwww