Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
22 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
2
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
Sepakbola
22 jam yang lalu
Denlson Junior Siap Hadapi Laga Panas Lawan Persija
3
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
Sepakbola
22 jam yang lalu
Ambisi Madura United FC Putus Tren Positif PSM Makassar
4
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
Sepakbola
22 jam yang lalu
Mauro Jeronimo Harus Atur Kondisi Pemain Borneo FC Agar Tetap Kompetitif
5
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Sepakbola
22 jam yang lalu
Hadapi Persita Tangerang, Persik Kediri Fokus Latihan Finishing Klinis
Home  /  Berita  /  Riau

Dalam Setahun PKL di Dumai Mampu Hasilkan PAD Hingga Miliaran Rupiah

Dalam Setahun PKL di Dumai Mampu Hasilkan PAD Hingga Miliaran Rupiah
Pedagang Kaki Lima yang berjualan sekitar Taman Bukit Gelanggang Kota Dumai, Riau.
Senin, 03 Oktober 2016 16:31 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
DUMAI - Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Dumai, ternyata bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga miliaran rupiah melalui retribusi. Namun, saat ini keberadaan ribuan PKL terancam akibat dari penggusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Dumai, melalui Satpol PP belum lama ini.

Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai, Edi Sepen kepada GoRiau.com, Senin (3/10/2016) saat mendengarkan aspirasi dari sejumlah PKL di Jalan Ombak, Kota Dumai. Jika, Pemerintah Kota Dumai (Pemko) Dumai bisa membina PKL yang ada, akan jauh lebih baik.

"Contohnya saja ada 1.000 PKL, dalam sehari mereka dikutip retribusi sebagai PAD Rp3.000, dalam sebulan bisa menghasilkan Rp90 juta. Sehingga dalam setahun PKL di Kota Dumai, mampu menyumbangkan PAD sebanyak Rp1.080.000.000," bebernya.

Menurtnya, Pemko Dumai harus segera mencarikan solusi, agar PKL di Kota Dumai merasakan kenyamanan saat menjalankan profesinya. Pemko Dumai juga diminta untuk membina ribuan PKL, bukan menyakiti hari masyarakat yang berprofesi sebagai PKL.

"Kami rasa PKL tidak ada yang keberatan, jika menyumbangkan retribusi untuk daerah. Asalkan jelas laporannya. Sesuai dengan data," urainya.

Bagaimana pun juga, baginya PKL yang ada di Kota Dumai mengerjakan profesi tersebut untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. "Kita berharap, Pemko Dumai ada jalan keluarnya. Sehingga permasalahan ini tidak berkelanjutan," jelasnya.***

Kategori:Riau, Ekonomi
wwwwww