Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
15 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
16 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
17 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
18 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
18 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Pelebaran Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji dimulai

Pelebaran Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji dimulai
Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Prov. Sumbar Dahler dan Bupati Ali Mukhni. (Humas)
Kamis, 20 Oktober 2016 08:38 WIB
LUBUK ALUNG - Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Prov. Sumbar Dahler mengatakan bahwa Kabupaten Padang Pariaman sebagai daerah penerima dana pembangunan infrastruktur terbesar di wilayah Sumatera Barat.

Hal itu disampaikannya pada acara dimulainya Groundbreaking kegiatan WINRIP IBRD Loan No. 8043-ID terdiri dari dua paket pekerjaan yaitu Paket 20 Jalan Lubuk Alung-Sicincin dan Paket 21 Jalan Lubuk Alung–Kurai Taji di Pasar Baru Sungai Abang Lubuk Alung, Selasa (18/10/2016).

Acara groundbreaking, kata Dahler, digelar untuk mensyukuri atas kerja keras seluruh pihak mulai dari Pemerintah Pusat, Propinsi Sumbar dan Kabupaten Padang Pariaman.

"Khususnya bapak Bupati Ali Mukhni yang gigih memperjuangkan kedua jalan nasional tersebut dan dukungan masyarakat dalam pembebasan lahan," kata Dahler.
Dikatakannya bahwa pembangunan kedua paket jalan tersebut untuk memacu pertumbuhan ekonomi di Pantai Barat Sumatera. Juga untuk mengantisipasi kemacetan jalan Padang-Bukittinggi.

Terkait tanaman dan bangunan yang terkena pembangunan, Dahler menegaskan bahwa akan ada kompensasi sesuai UU nomor 2 tahun 2012 tentang Penyediaan Lahan dan Fasilitas Umum.

Di tengah acara, Dahler juga meminta seluruh yang terkait dalam proyek untuk naik pentas dan memperkenalkan mereka ke undangan mulai dari Pelaksana, Konsultan, Kontraktor PPK. Ia mengingatkan kontraktor penyedia jasa agar bekerja dengan baik karena pengawasan sangat ketat dan berlapis dari Bank Dunia.

"Jadi yang di atas pentas adalah personil yang mengendalikan kedua proyek. Kami mohon dukungan dan partisipasi masyarakat," kata Dahler.

Bersamaan itu Dahler mengakui bahwa Bupati Ali Mukhni sangat aktif mendorong percepatan pengaspalan jalan Duku-Sicincin. Namun masih ada pembebasan lahan yang belum dibayarkan kepada masyarakat yang perlu ditindaklanjuti oleh Tim Pembebasan Lahan.

"Namun kita sudah bisa memulai pengerjaan jalan Duku-Sicincin dengan dana APBN bagi tanah yang telah dibebaskan," tambahnya.

Bupati Ali Mukhni menegaskan ingin menjadikan Padang Pariaman sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumbar. Caranya, dengan percepatan pembangunan infrastruktur di segala bidang baik jalan, bangunan, irigasi dan fasilitas umum lainnya.

"Alhamdulillah, perjuangan kita didukung oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Propinsi Sumbar," kata Bupati yang dijuluki Bupati Pembangunan itu.
Orang nomor satu di Padang Pariaman itu apresiasi masyarakat yang mendukung pembangunan sehingga tidak ada kendala dalam pembebasan lahan mengutamakan keterbukaan informasi.

"Yang penting keterbukaan. Misalnya dana pembebasan lahan ada Rp10 ribu per meter, jadi katakan sejujurnya kepada masyarakat dengan bermusyawarah," kata Ali Mukhni didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Tokoh masyarakat Lubuk Alung Yumardi Datuak Rangkayo Mudo mengatakan mendukung pembangunan kedua paket pekerjaan jalan tersebut.

"Atas nama masyarakat Lubuk Alung, kami mendukung program pemerintah dan pembangunan kedua paket pekerjaan jalan ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," kata Yumardi.

Diketahui Peningkatan Jalan Lubuk Alung-Sicincin dimulai dari Tugu Ikan Lubuk Alung hingga Tugu di Pasar Sicincin dengan panjang 16 kilometer dan lebar 14 meter. Biaya diperkirakan mencapai Rp131 Milyar dengan kontrak sistim multiyears yang berakhir pada 31 Desember 2017.

Sedangkan Jalan Lubuk Alung-Kurai Taji dimulai dari Simpang Tugu Ikan Lubuk Alung hingga jembatan Kurai Taji dengan panjang 14 kilometer dan lebar 14 meter dengan perkiraan biaya mencapai Ro126 Milyar kontraknya juga dengan sistim multiyears yang berakhir pada 31 Desember 2017. (Humas)

Editor:Calva
Kategori:Pemerintahan, Ekonomi

wwwwww