Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
11 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
12 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
4 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
4
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
Olahraga
2 jam yang lalu
Pasukan Laba Laba Siap Bersaing Raih Tempat Terbaik
5
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
5 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
6
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
23 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Harga Cabai Terus Melambang, Wako Padang Himbau Keluarga Tanam Cabai di Rumah

Harga Cabai Terus Melambang, Wako Padang Himbau Keluarga Tanam Cabai di Rumah
Wako Padang H. Mahyeldi ketika bertemu pedagang cabai. (Humas)
Rabu, 26 Oktober 2016 15:45 WIB

PADANG - Harga cabe terus memedas akhir-akhir ini. Teranyar, cabe di Kota Padang menembus angka Rp 60 ribu perkilonya. Harga yang cukup mencolok ini membuat sejumlah 'induak-induak' terpekik.

Tidak dapat dipungkiri jika setiap tahun cabe merupakan komoditi penyebab inflasi di Kota Padang. Saat produksi langka, harga cabe langsung meroket.

Keadaan ini membuat Pemerintah Kota Padang harus bergerak cepat mengatasi permasalahan tersebut. Senin (24/10), Walikota Padang beserta jajaran kerjanya mengundang sejumlah pedagang cabe di Pasar Raya Padang. Walikota bertatap muka dengan pedagang dan mendengar permasalahan penyebab naik tingginya harga cabe.

Usai pertemuan dan diskusi di rumah dinasnya itu, Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo menyebut bahwa solusi tingginya harga cabe yakni dengan menggalakkan tanam cabe 10 polyback di setiap rumah. Disebutkannya, jika 100 ribu keluarga saja yang menanam cabe di Kota Padang ini maka akan diperoleh sejuta polyback cabe.

"Dengan itu, masalah cabe bisa teratasi," kata Mahyeldi.

Walikota mengimbau kepada warga untuk melakukan hal tersebut. Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri diharapkan menjadi pionir di tengah-tengah masyarakat.
"Kita mulai dari ASN, TNI/Polri, setelah itu kita harapkan diikuti warga lain," sebut Mahyeldi.

Mahyeldi menilai, meroketnya harga cabe tidak saja terjadi di Kota Padang. Akan tetapi juga di daerah lain dan telah menasional. Menurut walikota, kecenderungan kenaikan cabe hampir selalu terjadi setiap tahun di bulan Oktober. Ini hampir dikarenakan tidak berproduksinya daerah produsen cabe seperti Curup dan Medan.

"Sedangkan Jawa tetap berproduksi. Ini berarti kejadian yang berulang. Sudah tiga tahun berturut-turut kejadian ini terulang. Perlu kita koordinasikan ke pemerintah provinsi maupun pusat," terang Mahyeldi.

"Kita akan surati Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar segera diambil langkah strategis akan masalah ini," tambah walikota.

Dalam pertemuan itu tampak dua pedagang cabe yakni Syafrudin dan Nasril. Selain itu juga hadir perwakilan dari Bank Indonesia, Bulog, Polresta Padang dan Kepala SKPD terkait.

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Syaiful Bahri mengatakan bahwa kenaikan harga cabe merupakan fenomena yang tidak dapat terprediksi oleh siapapun. Seluruh daerah telah mengalami kondisi tersebut.

"Kebutuhan cabe di Kota Padang disuplai dari Jawa. Apalagi sekarang musim hujan dan diprediksi kondisi ini akan berlangsung sampai Januari 2017. Jadi program keluarga tanam cabai di polyback itu akan menjadi solusi jitu," hematnya. (Charlie/Mursalim)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Pemerintahan, GoDrone, GoNews Group
wwwwww