Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Sasana Berbagi Medali Emas Nomor Taiji Jian dan Chang Quan
Olahraga
12 jam yang lalu
Empat Sasana Berbagi Medali Emas Nomor Taiji Jian dan Chang Quan
2
Terinfeksi Corona, dr Sardjono dan Istri Wafat di Hari yang Sama
Kesehatan
21 jam yang lalu
Terinfeksi Corona, dr Sardjono dan Istri Wafat di Hari yang Sama
3
Pingkan Siregar Ingin Berprestasi Seperti Abangnya 
Olahraga
11 jam yang lalu
Pingkan Siregar Ingin Berprestasi Seperti Abangnya 
4
Menko PMK RI sebut Covid itu Virus Urban, Simak Penjelasannya!
Nasional
17 jam yang lalu
Menko PMK RI sebut Covid itu Virus Urban, Simak Penjelasannya!
5
Menpora Bilang Konsep Pembinaan PB WI Sejalan dengan Pemerintah
Olahraga
18 jam yang lalu
Menpora Bilang Konsep Pembinaan PB WI Sejalan dengan Pemerintah
6
Tim Garuda Select Bertolak ke Inggris Malam Ini
Sepakbola
16 jam yang lalu
Tim Garuda Select Bertolak ke Inggris Malam Ini
Home  /  Berita  /  Umum

Kadiv KEK IPB: Pengembangan Peternakan dan Perikanan di Palas Menjanjikan

Kadiv KEK IPB: Pengembangan Peternakan dan Perikanan di Palas Menjanjikan
Kunjungan Pusat Kajian Sumber daya dan lautan Institut Pertania Bogor (IPB) Yudi Wahyudin M Si beserta rombongan Dinas Perikanan dan Peternakan Palas ke kelompok ternak tunas harapan desa ujung batu II dilokasi pengembangan ternak sapi.
Rabu, 26 Oktober 2016 23:32 WIB
Penulis: Sufriady Halomoan
PADANG LAWAS - Kepala Divisi (Kadiv) Kebijakan dan ekonomi Kelautan (KEK) Pusat Kajian Sumber daya dan lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yudi Wahyudin M Si mengakui pengembangan peternakan dan perikanan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) cukup menjanjikan.

“Demikian hasil kunjungan kami kesejumlah desa di Kabupaten Palas yang memiliki potensi peternakan dan perikanan dalam menyusun roadmad peternakan dan perikanan kabupaten Palas,”ungkapnya kepada GoSumut Kamis (27/10/2016).

Dijelaskan,  Desa Ujung Batu II dan Ujung Batu III Kecamatan Hutaraja Tinggi itu menyimpan potensi pengembangan kegiatan yang cukup menjanjikan. Hal itu ditandatai dengan banyak peternak baik individu dan kelompok menjadikan kawasan perkebunan sawit di wilayahnya sebagai ladang penggembalaan untuk mendapatkan asupan makanan yang banyak tersedia di antara rongga-rongga ruang antar pohon.

“Kemudahan mendapatkan asupan makanan alami ini bersifat saling menguntungkan karena kawasan perkebunan sawit tersebut mendapatkan eksternalitas positif dari limbah domestik (pupuk organik langsung) yang dihasilkan sapi gembalaan,”terangnya.

Selain itu, di Desa Ujung Batu II kata Yudi, terdapat dua embung, yaitu Bendali III seluas lebih kurang 1 ha dengan kedalaman bervariasi antara 1-4 meter (kemarau-hujan) yang terletak di Dusun III dan Bendali IV dengan kedalaman antara 0.5-2 meter pada musim kemarau-hujan.

“Hal ini tentu saja merupakan salah satu potensi - kendati kecil - yang cukup menjanjikan. Saat ini, menurut Kepala Desa, embung Bendali III mampu menyediakan jasa ekosistem berupa wisata air yang cukup diminati warga sekitar sehingga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi perekonomian desa,”terangnya lagi.

Diteragkannya lagi, khusus untuk Desa Ujung Batu III , kita jumpai terdapat kelompok Ternak Karya yang cukup memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam kegiatan ternak yang dilakukannya. Kelompok ini mampu meraup pangsa pasar cukup besar dalam memanfaatkan hari-hari raya untuk mensuplai kebutuhan sapi potong.

“Setiap tahunnya kelompok ini mampu mensuplai lebih kurang 300 ekor sapi dari berbagai jenis sapi, diantaranya PO (peranakan ongol) lokal, simental, brahman cross, limosin, dan kawin campur, baik dengan program IB (inseminasi buatan) maupun perkawinan alami dengan teknologi KJ (kandang jepit),”jelasnya lagi.

Sehingga Yudi menyimpulkan kedua desa itu memiliki potensi, permasalahan, peluang dan ancaman yang relatif homogen dalam upaya pengembangan kegiatan peternakan dan perikanan di wilayah desanya masing-masing.

“SementaraFaktor sumberdaya air menjadi salah satu kendala yang perlu diantisipasi kelangkaannya, terutama pada masa kemarau panjang ini. Teknik dan tata kelola peternakan dan perikanan masyarakat desa juga masih tradisional dan memerlukan upaya perbaikan yang nyata, seperti misalnya Cara Berbudidaya Ikan yang Baik (CBIB) atau Cara Beternak Sapi yang Baik (CBSB),”paparnya.

Selain itu kata Yudi, Kendala lain yang hadir adalah kurangnya advokasi masyarakat penanggulangan kesehatan hewan, keunggulan dan kelemahan sistem IB, penanganan pakan dan sebagainya. Benih ikan merupakan salah satu faktor kendala yang bisa diantisipasi bilamana program distribusi saluran irigasi yang menjadi sumber air Balai Benih Ikan di sekitar Kantor Dinas Peternakan dan Perikanan dapat segera diperbaiki.

“Masih banyak pekerjaan rumah bagi daerah yang harus dilakukan agar Roadmap Peternakan dan Perikanan ini dapat menjadi kebijakan yang dapat mengakselerasi program dan penguatan ekonomi masyarakat desa,”tambahnya lagi.

Dan tentu saja lanjut Yudi, dukungan SKPD terkait seperti Bappeda, PU (pengairan), BLH, Hutbun, Pertanian dan PMD Kabupaten Palas sangat dibutuhkan kolaborasinya agar program pembangunan dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

Keterangan Fhoto : Kunjungan Pusat Kajian Sumber daya dan lautan Institut Pertania Bogor (IPB) Yudi Wahyudin M Si beserta rombongan Dinas Perikanan dan Peternakan Palas ke kelompok ternak tunas harapan desa ujung batu II dilokasi pengembangan ternak sapi.

Editor:Arif
Kategori:Pemerintahan, Ekonomi, Umum
wwwwww