Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
Politik
11 jam yang lalu
Minta Tetapkan Tersangka Kasus Korupsi Bansos Siak, Komisi III DPR RI Sambangi Kejati Riau
2
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
Olahraga
24 jam yang lalu
RDPU dengan DPR, Ferry J Kono: Masih Banyak Yang Belum Memahami Peran KOI
3
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
Umum
14 jam yang lalu
Kapolda Metro Jaya Disebut Potensial jadi Kapolri, Kapolda Riau jadi Kepala BNN
4
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
Hukum
15 jam yang lalu
KPK Periksa Pejabat Kemensos terkait Bansos Covid-19
5
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
DPR RI
13 jam yang lalu
DPR: Sinergi Regulasi dengan Kerja Pemerintah Membangun Optimisme PEN
6
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Olahraga
12 jam yang lalu
Munas Ditunda, Pengprov Pertina Kaltim dan Sulsel Minta Kepastian Jadwal 
Home  /  Berita  /  Riau

Sapi Betina Dilarang Dipotong di Riau, Ini Penyebabnya...

Sapi Betina Dilarang Dipotong di Riau, Ini Penyebabnya...
Ilustrasi/Net
Kamis, 27 Oktober 2016 14:44 WIB
Penulis: Fahrul Rozi
PEKANBARU - Untuk melindungi sapi betina produktif dari kemungkinan dipotong, Riau menyusun program penyelamatan. Pemerintah Provinsi Riau merancang program penyelamatan sapi dan kerbau produktif agar daerah tidak tergantung pasok dari luar.

"Jumlah peternakan Riau belum dapat memenuhi permintaan daging. Apalagi pada perayaan haji, hampir 70 persen dipasok dari luar daerah. Pemerintah memandang pengendalian sapi betina produktif sebagai permasalahan strategis yang harus segera diatasi," kata Sekretaris Daerah Pemprov Riau, Ahmad Hijazi menjawab pandangan Fraksi dalam rapat paripurna Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengendalian Sapi dan Kerbau Betina Produktif, Kamis (27/10/2016).

Baca Juga: Luar Biasa Program Gertak Birahi Sapi Bali di Siak Diatas Rata-rata

Baca Juga: Siak Panen Anak Sapi Bali, Empat Kecamatan Jadi Prioritas Pengembangbiakan

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Riau Hj. Septina Primawati, MM didampingi Wakil Ketua Manahara Manurung dan Noviwaldy Jusman. Menurut Sekda, penyelamatan tersebut fokus pada Rumah Pemotongan Hewan sebagai langkah pertahanan terakhir.

Aturannya, setiap hewan dipotong harus diperiksa dokter hewan atau petugas maksimal 24 jam sebelum disembelih. Namun pemotongan sapi betina produktif masih kerap dilakukan dengan berbagai alasan terutama karena motif keuntungan jangka pendek sebesar-besarnya.

"Pelaku pemotongan mengaku sulit mencari sapi jantan untuk dipotong karena sudah dibawa ke kota besar. Harga sapi betina juga lebih murah dari sapi jantan dengan ukuran yang sama, sehingga lebih banyak yang membeli," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan semua upaya untuk menyelamatkan sapi betina dengan membuatnya lebih mahal atau sama harga dengan jantan. Meskipun kualitas daging lebih rendah dari jantan, sapi betina merupakan sumber daya genetik yang harus dijaga kelestariannya.

Dalam rapat perdana dipimpin Ketua DPRD Riau yang baru ini penuh dengan hujan interupsi. Rapat ini membahas dua agenda yakni Jawaban Pemerintah Atas Tanggapan Fraksi Tentang Raperda Pengendalian Sapi dan Kerbau Betina Produktif sekaligus pembentukan Pansus serta Raperda Penanganan Penyakit Rabies dan Kesehatan Masyarakat. ***

Kategori:Riau, Ekonomi
wwwwww