Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
Olahraga
21 jam yang lalu
Atletik Menuju Era Industri, LBP Dinilai Penuhi Kriteria Pimpin PB PASI
2
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
Politik
14 jam yang lalu
Gus Menteri Beberkan Program Prioritas Pembangunan Desa ke DPR
3
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
Umum
21 jam yang lalu
Kapolres Serang Perintahkan Cukur Rambut Anggotanya yang Gondrong 
4
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
Kesehatan
20 jam yang lalu
WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
5
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
6
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita
Sepakbola
21 jam yang lalu
PSSI Buka Seleksi Pelatih Timnas Wanita
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pengamat: Alternatif Pembayaran Baru OJK Diharap Mampu Kurangi Ketergantungan Pada Investasi Asing

Pengamat: Alternatif Pembayaran Baru OJK Diharap Mampu Kurangi Ketergantungan Pada Investasi Asing
Rabu, 30 November 2016 22:13 WIB
JAKARTA - Chairman The-Family-Enterprise Indonesia dan Chief Strategy Consultant Arrbey Handito Hadi Joewono mengatakan, alternatif pembiayaan baru yang sedang disiapkan Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) diharapkan mampu mengurangi ketergantungan perusahaan yang baru kepada luar negeri.

''Saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan baru berbasis tekologi yang belum besar dan mereka masih tergantung dengan investor atau investasi luar negeri,'' kata Handito Hadi di Jakata, Selasa (29/11).

Handito menilai pembiayaan tersebut akan lebih difokuskan kepada pelaku usaha rintisan (startup) yang berbasis digital. ''Kesiapan dari perusahaannya sendiri untuk menerima bantuan tersebut juga harus dimatangkan,'' katanya.

Ia menyebutkan, startup teknologi sendiri bukan hanya berbasis digital saja, namun juga bisa merambah ke berbagai bidang mulai dari teknologi maritim, teknlogi argo dan energi. ''Perusahaan-perusahaan yang berbasis teknlogi tersebut membutuhkan investasi yang cepat dan besar,'' ujarnya.

Pihaknya mendorong kepada para generasi muda untuk mengembangkan bisnis berbasis teknlogi, sebab bisnis tersebut memiliki peluang besar apalagi dengan adanya perubahan peta bisnis di ASEAN dan dunia pada umumnya. ''Dimana bisnis tersebut (Startup,red) membuka kesempatan untuk bisa cepat besar. Disini perlu kemauan yang besar dan kreatifitas diri,'' jelasnya. (rls)

wwwwww