Seorang Bayi Korban Traficking Dipindahkan ke Ruang Anak 3

Seorang Bayi Korban Traficking Dipindahkan ke Ruang Anak 3
Bayi korban trafficking dirawat di RSU Pirngadi Medan. (Sutan Siregar/SumutPos)
Kamis, 08 Desember 2016 21:20 WIB
Penulis: Fatih Al Rizki
MEDAN - Secara umum, kondisi empat bayi korban traficking yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan, baik. Namun, penanganan kesehatan secara khusus, tetap dilakukan terhadap dua bayi, karena menderita anemia dan batuk. 

 

Oleh karena itu, ujar Kepala Tim Perawat Ruang Neonati Tanjung, Nurlia, kedua bayi yang diberikan penanganan kesehatan khusus itu, dipindahkan ke ruang anak 3, dengan alasan agar perawatan lebih intensif dan bayi yang dirawat di ruang Neonati Tanjung, tidak tertular.

"Sebelumnya, seorang bayi memang sudah dirawat di ruang anak 3 karena anemia. Tapi tadi Dokter menyarankan agar bayi yang beratnya sekitar 4 Kilogram, dipindahkan ke ruang anak 3 karena batuk dan sesak nafas. Batuknya seperti batuk pada orang dewasa," ujar Nurlia saat ditemui Wartawan, Kamis (8/12/2016) siang.

Meski menderita batuk, bayi berjenis kelamin perempuan itu, disebut Nurlia cukup kuat minum susu. Dikatakan Nurlia, bayi tersebut dapat menghabiskan 70 cc susu, pertiga jam. Selain itu, disebut Nurlia kalau bayi itu tidak rewel. Namun, diakui Nurlia jika bayi itu menjadi sulit tidur bila batuk yang diderita bayi itu, kambuh. Oleh karena itu, disebut Nurlia jika Perawat di ruang Neonati Tanjung, berupaya menidurkan bayi itu, ketika batuk yang diderita bayi itu, sedang tidak kambuh.

"Seperti ini, dia tertidur nyenyak. Namun kalah batuknya kambuh, dia terbangun dan sulit untuk tidur lagi," tambah Nurlia.

Untuk 2 bayi lagi yang juga dirawat di ruang Neonati Tanjung, disebut Nurlia kondisinya baik. Dikatakan Nurlia, untuk 2 bayi itu, dapat menghabiskan 50 sampai 60 cc susu pertiga jam. Selain itu, disebut Nurlia jika kedua bayi itu tidak rewel. Oleh karena itu, dikatakan Nurlia kedua bayi itu, akan tetap dirawat di ruang Neonati Tanjung RSUD dr Pirngadi Medan. Namun juga tetap kondisi kesehatannya dipantau oleh Dokter Spesialis Anak.

"Untuk susu dan lainnya, masih berdasar bantuan Pegawai sini. Mulai dari Perawat, Dokter bahkan struktural lain seperti Pak Edison," tandas Nurlia.

Terpisah, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin mengungkapkan kalau pihaknya membuka diri untuk menerima bantuan untuk kebutuhan 4 bayi itu. Disebut Edison, hal itu mengingat tidak ada anggaran khusus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari 4 bayi itu, termasuk anggaran untuk memenuhi tambahan asupan gizi keempat bayi itu. Namun sejauh ini, disebut Edison belum ada bantuan yang datang ke pihaknya.

Disinggung soal adanya pihak yang mengaku sebagai orang tua keempat bayi itu, dikatakan Edison sejauh ini belum ada. Disebut Edison kalau ada yang mengaku sebagai orang tua dari keempat bayi itu, akan diserahkan pihaknya ke Polisi yang menangani kasus itu. Disebut Edison hal itu mengingat banyak hal yang harus dipenuhi, terlebih hal ini terkait dengan pelanggaran hukum.

Diketahui sebelumnya, keempat bayi itu  masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan pada Selasa (6/12) sekira pukul 20.53 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan, 3 bayi dibawa ke ruang Neonati Tanjung. Dari 3 bayi itu, 2 bayi itu, yakni bayi laki-laki dengan berat badan 3.820 gram, panjang 55 cm, jenis kelamin laki laki dan usia satu bulan 13 hari dan bayi perempua dengan berat badan 4500 gram, panjang 63 cm dan jenis kelamin perempuan, serta usia dua bulan 15 hari, dinyatakan terkena Inspeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA). 

Untuk bayi berjenis kelamin perempuan, dengan berat badan 3.280 gram, dan memiliki panjang 51 cm dan usianya 21 hari, dinyatakan sehat dan juga dirawat di ruang Neonati Tanjung. Sementara bayi berjenis kelamin perempyan yang memiliki berat badan 6,5 Kg dan panjang 75 cm, terpaksa dirawat di ruang anak 3, karena menderita demam dan anemia. 

Editor:Arif
Kategori:Sumatera Utara, Peristiwa, Umum

wwwwww