Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
Olahraga
17 jam yang lalu
Boy Pohan Berebut Tiket Wasit/Juri Tinju Olimpiade 2024 Paris
2
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
Olahraga
10 jam yang lalu
Mandiri 3X3 Indonesia Tournament 2024 Disambut Antusias di Medan
3
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
Olahraga
13 jam yang lalu
Kejutan, Aditya Tahan Remis Unggulan Pertama di Pertamina Indonesia Grand Master Tournament 2024
4
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
Olahraga
5 jam yang lalu
UEA Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2027
5
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
Olahraga
5 jam yang lalu
Pelita Jaya Jadi Tim Pertama Lolos BCL Asia, Coach Ahang Blak-blakan Terkait Persaingan di Next Round
6
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Olahraga
10 jam yang lalu
Duel Fisik dan Membaca Permainan Itu Keunggulan Sergio Ramos
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak Indahkan UU ITE, Penyebar Kebencian di Medsos Kembali Ditangkap, Pelaku: Saya Khilaf

Tak Indahkan UU ITE, Penyebar Kebencian di Medsos Kembali Ditangkap, Pelaku: Saya Khilaf
Tersangka saat diamankan di Polresta Bandung. (inilahkoran)
Jum'at, 09 Desember 2016 18:29 WIB
BANDUNG- Polisi mengamankan seorang pelaku berinisial MZ (33) yang diduga telah menyebarkan kebencian di media sosial FacebookSat Reskrim Polrestabes Bandung.

MZ pun dikenakan pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU RI No 11 tahun 2008 tentang ITE dengan hukuman diatas lima tahun bui."Dia ditangkap di rumahnya Jalan Kacapiring, RT 01, RW 03, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal.

Dia juga sebarkan foto tatto yang berada dianggota tubuhnya dengan gambar-gambar yang dianggap menghina agama," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Winarto Jumat (9/12/2016).

Winarto menjelaskan kasus ini terungkap setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada akun Facebook yang isinya menimbulkan kebencian.

Lalu pihak kepolisian melakukan penyelidikan terhadap akun tersebut dan berkoordinasi dengan pihak MUI Kota Bandung dan saksi ahli pidana. Selain itu, setelah berkoordinasi dengan pihak Kemen Info dan ahli bahasa jika fakta-fakta yang dituliskan pelaku itu memang menimbulkan kebencian sehingga langsung diciduk.

MZ membuat status di akun Facebooknya pada hari Rabu tanggal 7 Desember 2016 sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itulah polisi bergerak cepat untuk melacak keveradaan pelaku.

Setelah terlacak ternyata pelaku melakukan itu dari rumahnya. Alasan MZ menebar ujaran kebencian memang untuk menghina agama. Keseharian MZ bekerja sebagai penjaga keamanan disebuah perkantoran di Kota Bandung.

MZ sendiri mengakui perbuatannya dan telah melakukan kesalahan yang besar, mengaku khilaf dan tanpa sadar menulis ujaran kebencian."Saya khilaf, gak sadar nulis seperti itu. Saya nulis contohnya ' Nabi dan Rosul itu tidak Ada'. Saya menulis dengan tiba-tiba jadi seperti itu," celetuk MZ dengan tertunduk lesu menyesali perbuatannya.

MZ sendiri meminta maaf kepada seluruh umat beragama yang merasa dirugikan oleh status Facebooknya. MZ mengaku baru pertama kali dirinya melakukan seperti ini."Saya meminta maaf kepada umat beragama di selurub Indonesia yang telah dirugikan oleh saya. Saya menyesal," ujarnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:inilah.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Jawa Barat
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/