Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
17 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
18 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
18 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
19 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
20 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kemenpar: Tiga Provinsi yang Jadi Model Wisata Halal di Indonesia Adalah Aceh, Sumbar dan NTB

Kemenpar: Tiga Provinsi yang Jadi Model Wisata Halal di Indonesia Adalah Aceh, Sumbar dan NTB
Wisata baru Kelok 9 Sumatera Barat. (istimewa)
Senin, 02 Januari 2017 01:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kementerian Pariwisata menyebutkan terdapat tiga provinsi yang dapat dijadikan model wisata halal di Tanah Air. Ketiga provinsi itu ialah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Barat, dan Aceh.

Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Tazbir mengatakan provinsi lain juga dapat menyediakan layanan wisata halal. Pasalnya, layanan halal dapat menjadi salah satu nilai tambah untuk memberi jaminan kepada wisatawan. 

"Banyak negara yang mulai menawarkan wisata halal. Agen travel dari Cina, misalnya, berani menjual wisata halal dengan destinasi dan hotel yang menyediakan layanan halal," ujarnya seperti dikutip GoNews.co dari Bisnis.com, Minggu (1/1/2017).

Tazbir menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan wisata halal di Tanah Air butuh kerja sama semua pelaku pariwisata. Tantangan utama saat ini ialah menyamakan persepsi pelaku usaha untuk mulai menggarap wisata halal. 

"Tantangan kami ialah menyamakan persepsi pelaku industri pariwisata perihal wisata halal ini," ujar sekretaris tim kelompok kerja percepatan wisata halal itu.

Adapun Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016 menyebutkan pasar wisata halal dunia tumbuh sangat cepat. Pada 2015, GMTI mencatat terdapat 117 juta wisatawan muslim. Jumlah wisatawan muslim diproyeksikan mencapai 168 juta pada 2020 dengan pengeluaran para wisatawan muslim mencapai US$ 200 miliar. 

Laporan yang sama menempatkan Indonesia pada posisi keempat sebagai negara keempat tujuan favorit wisatawan asal negara anggota Organization of Islamic Cooperation (OIC). Posisi Indonesia itu meningkat pada 2015 yang berada di posisi keenam. Posisi puncak masih ditempati oleh Negeri Jiran, Malaysia. ***


wwwwww