Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
16 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
17 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
17 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
18 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
19 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Subhanallah, Ini Kisah Putri, Gadis Tunanetra asal Bima Penghafal Ayat Suci Bersuara Merdu

Subhanallah, Ini Kisah Putri, Gadis Tunanetra asal Bima Penghafal Ayat Suci Bersuara Merdu
Ilustrasi Putri, penghapal Alquran dari Bima. (Foto: Bagus Permadi/kumparan).
Minggu, 08 Januari 2017 15:15 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jika diibaratkan dunia tarik suara, Putri adalah seorang diva, atau rockstar. Suaranya bisa mengalun hingga dua-tiga oktaf, berpindah-pindah cepat dari alto (nada rendah) ke sopran (nada tinggi), membuat pendengarnya ternganga.

Kemampuan luar biasa Putri itu tak terlihat dari penampilan luarnya. Ia tampak tak istimewa. Bahkan dalam sekali pandang, orang bisa tahu Putri penyandang disabilitas.

Tapi seperti kata pepatah klasik: don’t judge a book by its cover.

Sejak kecil, Putri tak sama dengan kebanyakan orang. Ia punya dunia berbeda. Dunia tanpa warna. Putri penyandang tunanetra. Ia buta.

Namun, tak bisa melihat tak membuatnya menyerah. Putri malah menganggap, cacatnya ialah anugerah terindah.

"Pengaburan ini rahmat Allah. Insya Allah saya bisa lebih dekat dengan Allah, juga Alquran," kata Putri saat berbincang dengan kumparan, Kamis (5/1).

Alquran menjadi sahabat sehari-hari Putri. Kitab suci itu ialah dunianya. Dunia yang dibentangkan sang Pencipta dengan penuh kasih untuknya. Putri adalah seorang pengfapal Alquran atau hafizah.

Tunggu sampai ia naik ke atas panggung, membuka Alquran, dan mulai membacanya. Simak terus lantunan suara gadis remaja 20 tahun asal Bima, Nusa Tenggara Barat, itu.

"Jadi merinding," demikian kata salah seorang yang mendengar Putri melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Putri seperti begitu meresapi ayat-ayat yang ia lagukan. Ia "menyelam" bersama ayat-ayat itu.

Bagaimana Putri bisa menghapal Alquran dengan begitu hebat?

Semua bermula saat Putri belajar membaca Alquran saat ia masih bocah 4 tahun. Ia tak membaca Alquran biasa, tapi Alquran dengan huruf braille yang dibuat khusus untuk penyandang tunanetra.

Meski begitu, tetap saja Putri kesulitan. Dua tahun mencoba belajar membaca Alquran dengan huruf braille, Putri menyerah.

"Baca huruf braille itu susah. Susah ngerabanya," ucap Putri.

Menyerah membaca Alquran braille, bukan berarti menyerah belajar membaca Alquran. Seperti peribahasa "Banyak jalan menuju Roma," maka Putri mencoba metode lain di bawah bimbingan gurunya, Ustaz Ridwan dan Ustaz Rusdi.

"Saya diajari menghafal, mendengarkan baik-baik kemudian melafalkan hurufnya," kata Putri.

Metode menghafal itu membuat Putri nyaman. Ia lantas tumbuh bersama Alquran. Dengan semangat tinggi, Putri menghafal satu demi satu sabda sang Pencipta, bahagia bisa mendekatkan diri kepada-Nya.

Seiring bertambahnya usia Putri, keinginannya untuk mempelajari Alquran makin menggebu. Ia mencermati tanda baca dalam Alquran saat mengaji.

Kecintaan pada Alquran mengantarkan Putri ke kejuaraan membaca Alquran, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Menang bukan tujuan Putri. Ia mengatakan, hanya ikut lomba demi syiar Islam.

Dengan menyenandungkan seindah mungkin ayat-ayat suci saat berkompetisi, Putri ingin membawa masyarakat Islam Indonesia lebih dekat dengan Alquran.

Selama ini, dekat dengan Alquran membuat Putri merasa tenang. Ketenangan yang sehari-hari menyelimutinya itu ingin dia tularkan kepada orang lain.

"Pengennya teman-teman yang lain juga belajar Alquran. Belajar menghapal juga," kata Putri.

Putri mulai mengikuti lomba membaca Alquran di kejuaraan MTQ Bima tahun 2011. Ia menang.

Putri kembali mengukir prestasi pada ajang MTQ Nasional 2016 yang dihelat di NTB. Ia menjadi juara pertama di cabang Tilawatil Quran khusus tunanetra.

Putri meraih nilai hampir sempurna: 94,33.

Para juri terpukau mendengar lantunan ayat-ayat suci dari mulut Putri. Tak sedikit penonton yang merasa terharu dan menitikkan air mata.

"Saya bersyukur. Orang tua juga bersyukur," ujar Putri, tetap rendah hati dengan segala rezeki yang ia peroleh.

Putri ialah nama kecil yang menjadi sapaan akrabnya sampai saat ini. Remaja luar biasa itu memiliki nama lengkap Rizki Jumiati.

Sesuai namanya, Putri merupakan rezeki tersendiri bagi orang tuanya. Fisiknya, yang menurut mata awam memiliki kekurangan, bukan hambatan bagi Putri untuk menapak masa depan.

Kini Putri telah menyelesaikan sekolah tingkat atas. Ia menggunakan waktunya sehari-hari untuk mengaji, menghafal dan mengajar Alquran di sekolah dekat rumahnya. Namun, Putri masih memiliki satu impian. "Insya Allah mau kuliah hafalan quran," ujarnya. ***

Sumber:kumparan.com
Kategori:Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, GoNews Group

wwwwww