Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
Politik
12 jam yang lalu
Kapal China Kepergok Lintasi Laut Indonesia, Sukamta: Tenggelamkan!
2
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
DPR RI
14 jam yang lalu
Kemenpora Berencana Vaksinasi Atlet, Hetifah Tekankan Skema Prioritas
3
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
Olahraga
13 jam yang lalu
Soal Realisasi Anggaran Tahun 2020, Menpora Dapat Apresiasi Komisi X DPR RI
4
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
Politik
14 jam yang lalu
GG PAN: Pemecatan Arief Budiman Harus Jelas dan Terukur
5
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
Politik
13 jam yang lalu
Fraksi PKS DPR Minta BPK Komitmen Awasi Penyaluran Dana Penanganan Covid-19
6
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Peristiwa
6 jam yang lalu
Usai Pesawat Sriwijaya Air, Prediksi Mbak You soal Gempa Kini Terbukti
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ustaz Tengku Zulkarnain Pertanyakan Proses Hukum Kasus Bandara Sintang

Ustaz Tengku Zulkarnain Pertanyakan Proses Hukum Kasus Bandara Sintang
Wasekjen MUI Ustaz Tengku Zulkarnain saat akan keluar dari pesawat di Bandara Sintang, Kalimantan Barat.(foto: ist/republika.co.id)
Selasa, 24 Januari 2017 23:03 WIB

JAKARTA - Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain mempertanyakan kenapa aksi penolakan kedatangan dirinya di Bandara Sintang, Kalimantan Barat, tidak diproses oleh Undang-Undang penerbangan. Padahal saat itu banyak orang yang membawa senjatan tajam masuk runway bandara.  

"Kasus Sintang Polisi Akan Profesional dgn UU Darurat. Sedangkan UU thn 2009 ttg Penerbangan Kementerian Perhubungan TDK Memproses. Kenapa?" cuit Ustaz Zulkarnain di media sosial twitter, Selasa (24/1)

Dalam cuitannya tersebut Ustaz Zulkarnain mengunggah kliping koran Republika. "Kliping Koran Republika 21/1/2017. Dengan Ini Saya Bertanya Kepada Yth Menteri Perhubungan RI, Kenapa Kasus Sintang Tdk Diproses Hukum?" tambahnya.

"Apakah Bapak Menteri Perhubungan Menganggap Membawa Senjata2 Tajam ke Apron Pesawat dan Mengancam Nyawa Saya Itu Masalah Kecil?" lanjut Ustaz Zulkarnain.

Ia juga mempertanyakan apakah hal tersebut tidak akan mempengaruhi nama baik bandara di Indonesia. "Apakah Kredibilitas Bandara2 di RI Tdk Terpengaruh Jika Nanti Hal Ini Diketahui Dunia Internasional? Mohon Jawaban Bapak Menteri, Wassalam," tulisnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ustaz Zulkarnain dikabarkan ditolak oleh sejumlah warga saat kunjungannya ke Sintang, Kalimantan Barat, Kamis (12/1). Penolakan itu terjadi sesaat ketika pintu pesawat terbuka dan menurunkan penumpang di Bandara Susilo, Sintang.

Karena penolakan tersebut, Ustaz Zulkarnain beserta rombongan, di antaranya Kepala Pengurus Ponpes LPKA Kabupaten Bengkayang M Effendy Khoiri dan Lukmanul Hakim, langsung bertolak kembali ke Pontianak.

Republika.co.id sudah mencoba meminta konfirmasi kepada Kementerian Perhubungan terkait kasus ini. Namun, Kemenhub tidak memberikan komentar.

Sebelumnya, Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar), Irjen Musyafak menegaskan pihaknya menangani kasus penolakan Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain oleh sekelompok orang di Bandara Susilo Sintang, pada 12 Januari lalu, secara profesional.

"Kami akan menanganinya dengan profesional, kalau memang diperlukan silakan pihak terkait melaporkan dengan bukti-bukti yang ada, dalam kasus itu orang yang dirugikan adalah Pak Tengku Zulkarnain tetapi dia telah memaafkannya," kata Musyafak saat menyambut perwakilan dari Aliansi Umat Islam Kalbar Bersatu di Mapolda Kalbar, Jumat (20/1).

Ia menjelaskan, pihaknya selalu bertindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku, dan tidak mau dipaksa dan ditarget.

"Saya inginnya Kalbar ini tetap aman seperti yang sudah terjadi saat ini. Tetapi saya kecewa karena ada salah satu pengunjuk rasa bawa senjata api jenis air softgun, sehingga yang bersangkutan saat ini sedang menjalani pemeriksaan," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes (Pol) Krisnandi menyatakan, pihaknya sudah memproses hukum kasus tersebut, dengan mempelajari baik video dan foto tetapi masih kurang kuat, sehingga diperoleh rekaman dari youtube, maka didapatilah ada yang mengacung-ngacungkan menggunakan senjata tajam.

"Tetapi untuk itu, kami harus temukan dulu siapa yang mengambil dan mengunggah video itu ke youtube, sehingga saat ini sudah diperiksa sebanyak delapan saksi, empat dari Bandara Susilo Sintang, dan empat orang dari polisi," ujarnya.(rol)

Editor:Arie RF
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Lingkungan, Kalimantan Barat
wwwwww