Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
10 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
14 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
12 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
10 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Arsul Sani: OTT Patrialis Akbar, Tamparan Bagi Lembaga Negara Bukan Cuma MK

Arsul Sani: OTT Patrialis Akbar, Tamparan Bagi Lembaga Negara Bukan Cuma MK
Anggota Komisi III DPR, Arsul Sani. (GoNews/Muslikhin)
Kamis, 26 Januari 2017 15:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar diciduk Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menyesalkan itu. Menurutnya, OTT terhadap Patrialis merupakan tamparan bagi semua lembaga negara. Tidak hanya MK.

"Ini merupakan tamparan buat seluuh lembaga negara tidak hanya MK," sesalnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).

Dia berharap kasus yang menimpa Patrialis tersebut tidak memvawa nama konstitusi MK.

"Karena tiap kasus di ruang publik itu timbul generalisisasi seluruh lembaga itu tidak bersih. Padahal tidak seharusnya seperti itu. Tindakan pidana itu gak ada tindakan pidana berdasarkan kesepakatan seluruh pejabat atau pejabat utama di kembaga itu. Itu pasti orang per orang," pungkasnya.

Ketua KPK Agus Rahardjo telah membenarkan OTT Patrialis Akbar. Dalam penangkapan yang dilakukan di Jakarta itu, ada juga sejumlah pihak lain yang ditangkap dan diamankan. Namun dia enggan menerangkan terkait kasus apa mereka ditangkap. ***


wwwwww