Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
MPR RI
24 jam yang lalu
HNW: Pencabutan Klaster Pendidikan Bukti RUU Ciptaker Bermasalah
3
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
4
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Pilkada 2020, Tito Tunjuk 4 Pejabat jadi Pjs. Gubernur
5
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
Internasional
23 jam yang lalu
Anggota Dewan Bermesraan dengan Istri Saat Rapat Virtual Bahas Anggaran, Begini Kejadiannya
6
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Olahraga
23 jam yang lalu
RSO Dan Mimi Irawan Berharap Rudy Hartono Cepat Sembuh
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua Pansus Optimis RUU Pemilu Selesai April 2017 Mendatang

Ketua Pansus Optimis RUU Pemilu Selesai April 2017 Mendatang
Ketua pansus RUU Pemilu, Lukman Eddy. (GoNews)
Kamis, 26 Januari 2017 17:57 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancagan Undang-Undang (RUU) Pemilu DPR Lukman Edy merasa optimis pembahasan RUU tersebut dapat selesai April 2017 mendatang, sehingga tahapan pemilu pada Juni sudah bisa dimulai.

Namun hingga saat ini, pembahasan masih dalam tahap penyerapan aspirasi masyarakat terhadap 2.885 Daftar Inventarisasi Masalah (DIM).

"Sejauh ini saya optimis pembahasan RUU Pemilu itu akan selesai pada April 2017, sehingga tahapan pemilu sudah bisa dimulai pembahasannya pada Juni 2017," ujar Lukman Edy, saat menjadi pembicara dalam Dialektika Demokrasi bertema 'Masih Perlukah Presidensial Threshold dan Parlementary Threshold?' bersama anggota Pansus RUU Pemilu dari Golkar Hetifah Sjaifudian, di gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/1/2017).

Dia mengatakan, dari 2.885 DIM itu, hanya ada 10 hingga 20-an isu-isu penting yang akan menjadi perdebatan di Pansus, dan selebihnya tinggal singkronisasi.

"Beberapa isu krusial tersebut kata Lukman, meliputi masalah presidential threshold, parliamentary threshold, sistem pemilu antara terbuka dan tertutup, sosial media, e-voting, sanksi adminsitratif, Bawaslu di kab/kota yang minta dipermanenkan, KPU kab/kota di-adhock-an, LSM, dan pengurangan sekaligus penambahan jumlah anggota DPR RI.

"Saat ini Pansus baru tahap menggelar rapat dengar pendapat (RDP) atau menyerap aspirasi masyarakat. Mereka terdiri dari media massa, blogger, Mahkamah Agung (MA), Mahkamah Konstitusi (MK), TNI/Polri dan lain-lain. Mengapa media massa dan blogger? mengingat dahsyatnya berita hoax, yang cenderung provokatif, adu-domba, dan pemecah-belah bangsa," ujarnya menambahkan.

Sementara TNI, kata Lukman, terkait dengan evaluasi hak pilih TNI karena ada keharusan evaluasi di pemilu 2019. Namun, Panglima TNI meminta hal itu dilakukan pada 2024. "Untuk Polri terkait dengan pengamanan pemilu. MA untuk kesiapan MA sebagai lembaga peradilan pemilu tingkat akhir pemilu dan MK terkait dengan kepemiluan," tandasnya.

Selain itu dengan para ahli hukum pidana, perdata, tata negara, adminsitrasi negara, korporasi dan dengan BUMN. Seperti BPPT,  PT Inti, dan LIPI. Juga dengan 10 group media (VivaGroup, MediaGroup, TRansGroup, KompasGroup, TVRI, RRI, Antara, TempoGroup, BeritaSatu, MNCGroup). Mengapa? Karena ada 80 pasal RUU yang terkait dengan media.

Ditambah lagi pertemuan dengan KPUD provinsi, DPRD dan tokoh masyarakat terkait dengan teknis kepemiluan di daerah. Serta dengan partai-partai baru (Harry Tanoe Soedibyo, Rhoma Irama, Grace Natalie, dan Tommy Soeharto).

"Khusus untuk jumlah kursi DPR itu akibat pemekaran wilayah dan daerah pemilihan. Jadi, minggu pertama dengan Mendagri tinggal diputuskan," tandasnya.

Sementara itu kalau antar fraksi pembahasannya alot dan sama -sama kuat, maka dengan jalan tengah, dan kalau deadlock mengambil keputusan dengan voting. "Seminggu panja dipimpin oleh Benny K Harman, dan tim perumus untuk menyempurnakan redaksi dipimpin oleh A. Riza Patria, dan terakhir singkronisasi. Jadi, April selesai dan Juni dimulai tahapan pemilu 2017," katanya.

Tapi, Hatifah sebaliknya kurang optimis karena terdapat 28 isu startegis. Yaitu PT, sistem pemilu tertutup atau terbuka. Golkar dan PDIP system terbuka, sedangkan yang lain (Gerindra, Demokrat, PAN, PKB, PPP, PKS, NasDem, dan Hanura) system tertutup. Untuk PT 4 parpol (PDIP, Golkar, PKS dan PPP) tetap 20 % kursi DPR dan 25 % suara pemilu. Sedangkan Gerindra,  PPP, PAN, NasDem, dan Hanura dihapus atau 0 %. Sedangkan “PKB usul 3,5 % dan 7%. ***


wwwwww