Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
17 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
15 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
5
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
Kesehatan
10 jam yang lalu
Waduh... Ketua Bidang Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19 Mundur
6
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Peristiwa
10 jam yang lalu
Indonesia Masuki Resesi, PKS Minta Pemerintah Fokus Perhatikan Masyarakat dan Dunia Usaha
Home  /  Berita  /  Lingkungan

KPK OTT Patrialis Akbar, Gerindra: Kami Apresiasi, itu Artinya Mereka Benar-benar Kerja

KPK OTT Patrialis Akbar, Gerindra: Kami Apresiasi, itu Artinya Mereka Benar-benar Kerja
Wenny Warwouw. (istimewa)
Kamis, 26 Januari 2017 15:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kalangan DPR RI apresiasi operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kabarnya dilakukan terhadap salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar.

"Itu bagus kalau OTT begitu. Berarti mereka betul-betul bekerja," kata Anggota Komisi III DPR RI, W?enny Warouw di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).

Apalagi, tambah politisi Partai Gerindra ini, yang terjaring OTT adalah salah satu hakim MK. Dimana sebelumnya mantan Ketua MK, Akil Muchtar pernah juga di OTT karena tersangkut kasus sengketa pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Gunung Masdi Provinsi Kalimantan tengah beberapa waktu silam.

"Berarti di sana dengan kejadian Pak Akil, Berarti belum tobat-tobat mereka di sana," ketusnya.

Dipertegas apa langkah komisi hukum itu untuk mencegah OTT kembali dilakukan terhadap hakim MK, dia bilang masih akan dibahas.

"Nanti kitakan rapat dengan mereka (MK) kita akan tanya sampai d mana strategi mereka mengawasi sama hakimnya. Gimana sistemnya ada di sana yang dulu disampaikan tapi nyatanya masih ada yang tertangkap tangan berarti hanya diatas kertas dong," pungkasnya. ***


wwwwww