Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
24 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
24 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
4
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
16 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
14 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Tidak Mau Debat Cagub DKI Jadi Obrolan Lokal, Tina Talisa: Harus Dipahami Semua Publik

Tidak Mau Debat Cagub DKI Jadi Obrolan Lokal, Tina Talisa: Harus Dipahami Semua Publik
Tina Talisa. (foto: Kumparan.com)
Jum'at, 27 Januari 2017 02:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Mantan presenter berita televisi, Tina Talisa, yang akan memandu acara debat pasangan calon Gubernur DKI Jakarta pada Jumat (27/1) mendatang, berencana membuat acara tersebut dapat dipahami masyarakat secara luas. Dia tidak ingin debat hanya menjadi obrolan lokal antar calon yang berkontestasi.

Hal itu menjadi perhatian Tina karena dalam debat kali kedua, Komisi Pemilihan Umum memilih tema yang terbilang berat. Tema yang akan dibahas adalah seputar reformasi birokrasi, pelayanan publik, dan penataan kawasan perkotaan.

"Jangan sampai ada pertanyaan seperti obrolan lokal hanya dipahami pasangan calon tapi tidak (dipahami) publik secara keseluruhan," kata Tina di kantornya, Jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/1).

Untuk menghindari tidak sampainya materi debat ke pemahaman masyarakat luas, Tina akan menyampaikan pertanyaan yang sudah disiapkan tim panelis dengan kalimat ringkas. "Bagaimana menyusun pertanyaan dengan kalimat efektif," ujarnya. 

Meski demikian, Tina menegaskan debat bukan pentas moderator tapi panggung untuk pasangan calon. Sehingga, improvisasi secara berlebihan tidak perlu dilakukan.

Dia mencontohkan yang telah dilakukan Ira Koesno, pemandu debat sebelumnya. "Mbak Ira fokus pada Q Card (kartu pertanyaan) yang dipegang. Tidak ada improvisasi yang tidak bermakna. Nanti melebar kemana-mana," kata Tina. ***


wwwwww