Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kerangkat Tim Persela Sudah Terbentuk Kata Nil Maizar
2
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Kadis Dukcapil pun Diminta Berkawan dengan Penjaga Makam
3
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
Politik
6 jam yang lalu
Tindaklanjuti Aspirasi 21 Gubernur, DPD RI Gelar FGD Dana Bagi Hasil Sawit
4
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
Peristiwa
6 jam yang lalu
LaNyalla Desak Kapolri Usut Kasus Pembunuhan dan Penangkapan Jurnalis di Sulsel
5
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan 'Packaging'
Peristiwa
6 jam yang lalu
Penguatan Identitas Kuliner Lokal, BOPLBF Gelar Pelatihan Makanan Siap Saji dan Packaging
6
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
DPR RI
6 jam yang lalu
PMN Gelontorkan Dana ke Jiwasraya, Fraksi PKS Sebut Menkeu Sakiti Rakyat
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Debat Kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jilid II

Berdebat dengan Ahok Soal Reklamasi, Anis: Nyiur Melambainya Mana?

Berdebat dengan Ahok Soal Reklamasi, Anis: Nyiur Melambainya Mana?
Suasana debat kandidat pilkada DKI. (okezone)
Sabtu, 28 Januari 2017 01:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saling membalas dalam debat kandidat Pilkada DKI terkait bahasan reklamasi.

Anies menyindir, warga DKI yang tinggal di tepi daratan kini tak bisa menikmati pantai akibat reklamasi.

"Namanya Sunda Kelapa, tapi di mana nyiur melambai itu sekarang," kata Anies dalam debat kedua di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (27/1).

Cagub nomor tiga itu mengungkapkannya saat mendapat pertanyaan dari pasangan Ahok-Djarot.

Pasangan nomor dua itu mempertanyakan sikap pasangan Anies-Sandi yang akan menghentikan reklamasi di Teluk Jakarta jika terpilih menjadi gubernur DKI.

Sandiaga menjelasklan, masalah reklamasi adalah masalah keadilan. Saat ini, kata dia, proses dalam reklamasi tidak terbuka dan tidak berkeadilan.

Ribuan nasib nelayan kini tidak jelas. Bayangan kemiskinan semakin menghantui mereka akibat reklamasi Teluk Jakarta.

"Ini harga mati bahwa keadilan harus dihadirkan. Ini sebuah perjuangan untuk membela rakyat," ujar Sandiaga. ***

Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww