Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
2
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
17 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
3
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
4
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
15 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ketua Panwaslu Kampar: Jadikan Pilkada Bukan Hanya Damai, Tapi Enjoy

Ketua Panwaslu Kampar: Jadikan Pilkada Bukan Hanya Damai, Tapi Enjoy
Ketua Panwaslu Kampar, Zainul Aziz (baju putih) bersama para senior dan alumni IPMKJ. (GoNews.co/Muslikhin)
Sabtu, 28 Januari 2017 01:06 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Panwaslu Kabupaten Kampar, Zainul Aziz, mengingatkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk enjoy dalam menghadapi Pilkada 2017.

Hal itu ia ungkapkan kepada GoRiau.com (GoNews Group) usai mengikuti dialog interaktif sekaligus pengukuhan Pengurus Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Kampar Jakarta (IPMKJ), Jumat (27/1/2017) malam, di TMII Jakarta.

Menurut Zainul, pilkada serentak 2017, khususnya di Kabupaten Kampar, harus berlangsung enjoy bukan hanya damai saja.

"Kenapa harus enjoy? Jangan sampai orang yang naik jadi Bupati, malah kita (warga) yang masuk penjara," tukasnya.

Kenapa demikian? Menurut Zainul, pilkada ini adalah momen yang menentukan dalam memilih pemimpin lima tahun mendatang. Secara otomatis, sekecil apapun pelanggaran harus dihindari.

"Itulah mengapa sekali lagi kami tekankan harus enjoy. Jangan sampai kita yang ribut. Supaya tidak terjadi keributan, maka jalan satu-satunya adalah sama-sama menjaga dan menjadi bagian pesta ini," tukasnya.

Kalau sudah enjoy kata dia, maka pilkada aman, nyaman, adil dan jujur akan mengikut dengan sendirinya.

"Itu otomatis, kalau kita sama-sama menahan diri, sama-sama enjoy, ya pasti aman kan?," tandasnya.

Untuk itu ia mengingatkan, khususnya PNS benar-benar menjaga netralitasnya.

"Netralitas wajib, kenapa? Karena PNS meskipun memiliki hak pilih, tidak boleh menyatakan dukungan terhadap satu calon pun secara terbuka. Soal dia mau pilih siapa ya nanti pas pemilihan," imbaunya.

Lalu sebatas mana pelarangan terhadap ASN yang diminta netral? Menurut Zainul, adalah pernyataan dukungan secara terang-terangan, membuat pertemuan-pertemuan khusus yang menjurus dukungan ke salah satu calon.

"Kalau hanya foto-foto saja itu tidak masalah, kita tidak melarang ASN foto dengan calon. Karena foto bersama belum tentu sebagai bentuk dukungan. Tapi kalau sudah mengajak untuk mendukung salah satu calon tertentu, nah itu baru kategori pelanggaran," pungkasnya. ***


wwwwww