Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
16 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
13 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
Nasional
17 jam yang lalu
Sidang Perdana Jaksa Pinangki, Nama Burhanuddin dan Hatta Ali Muncul dalam Dakwaan
4
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
5
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
14 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
6
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
14 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sekjen PDIP Sebut Ahok Semakin Matang di Debat Kedua Cagub DKI

Sekjen PDIP Sebut Ahok Semakin Matang di Debat Kedua Cagub DKI
Sekjen PDIP, Hasto. (istimewa)
Sabtu, 28 Januari 2017 01:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengomentari debat kedua Pilkada DKI Jakarta 2017. Menurut dia, debat kedua kali terasa kuat aroma serangan pada pasangan nomor urut 2, Ahok-Djarot.

"Meskipun desain pertanyaan sepertinya mengkritisi pasangan nomor 2, namun hal yang mengejutkan terjadi. Ahok - Djarot mampu keluar dari kepungan. Pasangan dengan elektabilitas tertinggi menurut SMRC tersebut mampu menampilkan solusi konkret," kata Hasto di Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Menurut Hasto, kinerja Ahok-Djarot selama memimpin terbukti membawa birokrasi Ibu Kota lebih baik.

"Hasilnya birokrasi DKI bersih dari pungli, pelayanan publik meningkat, dan muncul kesadaran kolektif untuk meningkatkan kinerja birokrasi. Karena itulah sungai-sungai bersih, taman-taman baru dibangun, dan program KJP dan KJS dapat diterima secara luas," papar Hasto.

Hasto menilai bahwa ada strategi yang salah diterapkan oleh pasangan nomor 1 dan 3. Mereka dinilai terlalu berambisi menyerang Ahok-Djarot, sampai melewatkan gagasan penting yang konkret untuk mengatasi berbagai persoalan di DKI.

"Kembali terbukti bahwa Pak Ahok semakin matang, dan sama sekali tidak ada nada emosi yang muncul," ucap dia.

Hasto sangat terkesan dengan closing statement Ahok-Djarot. "Kalau pasangan lain masih beretorika memerangi ketidakadilan, maka Ahok-Djarot sudah membuktikan bagaimana melawan ketidakadilan tersebut," jelas dia.

Demikian halnya terhadap isu relokasi warga di bantaran sungai, nampak betul bagaimana pendirian AHY bergeser.

Sebab sungai memang memerlukan jalan inspeksi, dan pengamanan bantaran sungai. Hasilnya, sungai Ciliwung pun dapat dikembalikan lebarnya yang semula 20 meter, menjadi 50 meter.

"Dampaknya praktis tidak ada banjir di DKI Jakarta," ujar Hasto.

Menurut dia, publik mengkritisi kesalahan penyampaian data Angka Partisipasi Murni (APM) yang disampaikan Anies.

"Begitu bersemangat mengkritisi Ahok, sampai menggunakan data APM yang tidak akurat," ucap Hasto. ***

Sumber:Liputan6.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww