Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
14 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
17 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
22 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
4
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
22 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
20 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
18 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Arab Saudi Akan Revitalisasi Kilang Minyak Dumai

Arab Saudi Akan Revitalisasi Kilang Minyak Dumai
Minggu, 05 Maret 2017 21:19 WIB
JAKARTA - Salah satu poin kesepakatan antara Pemerintah Arab Saudi dengan Indonesia dalam bidang energi adalah revitalisasi empat kilang di Indonesia, yakni Kilang Cilacap, Kilang Balongan, Kilang Dumai dan Kilang Balikpapan.

Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, I Gde Wiratmaja Puja di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Minggu (5/3).

Wirat menjelaskan, dari empat proyek kilang tersebut yang akan direalisasikan dalam tahun ini adalah kilang Cilacap.

"Dari MoU yang ada memang yang akan on progress dalam waktu dekat adalah kilang Cilacap. Lainnya memang kita perlu upaya lebih lanjut dalam follow-upnya," ujar Wirat, seperti dikutip dari republika.co.id.

Wirat mengatakan empat kilang tersebut dipilih karena kulitas hasil minyak dan gas yang baik. Selain itu, empat kilang tersebut bisa menjamin ketahanan energi Indonesia pada 2022 mendatang.

Hal ini mengingat kebutuhan BBM Indonesia semakin tahun semakin meningkat seiring meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan jumlah penduduk.

Wirat menjelaskan, saat ini kebutuhan BBM Indonesia mencapat 1,6 juta barel. Kapasitas kilang yang dimiliki Indonesia saat ini hanya 1,1 juta barel. Sedangkan yang bisa beroperasi hanya 800 juta barel.

''Kira-kira di 2022, kita butuh 2,2 juta barel, jadi perlu ekspansi agar kita juga tak bergantung dengan impor terus menerus,'' ujar Wirat.

Ia mengatakan, ke depan pemerintah akan menjaga komunikasi dengan pihak Arab Saudi untuk merealisasikan MoU ini.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Ekonomi, Lingkungan

wwwwww