Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
2
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
4 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
3
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
Peristiwa
22 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Tahuna Sulawesi Utara
4
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
11 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
5
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
Peristiwa
22 jam yang lalu
Sukamta: Perpres Penanggulangan Ekstremisme Jangan Sampai Multitafsir
6
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
8 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Nasional

Steven Caci-maki Gubernur NTB dengan Kata-kata Rasis, Mendagri: Itu Menunjukkan Moral Kita Semakin Buruk

Steven Caci-maki Gubernur NTB dengan Kata-kata Rasis, Mendagri: Itu Menunjukkan Moral Kita Semakin Buruk
Mendagri Tjahjo Kumolo. (merdeka.com)
Senin, 17 April 2017 23:46 WIB
PALEMBANG - Seorang mahasiswa bernama Steven Hadisurya Sulistyo mencaci-maki Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi menggunakan kata-kata rasis di Bandara Changi, Singapura, Minggu (9/4) lalu.

Meski Bupati NTB telah memaafkannya, namun kasus ini keburu menyebar melalui media sosial dan menimbulkan kemarahan. Masyarakat Muslim Tionghoa (Musti) melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo prihatin melihat kasus ini. Dia menyebut, hal itu menunjukkan moral bangsa semakin buruk.

Menurut Tjahjo, kejadian itu tak perlu terjadi, apalagi sama-sama anak bangsa yang berkewarganegaraan Indonesia. Sebutan rakyat pribumi adalah sikap dan moral yang tidak menunjukkan kebhinnekaan.

''Itu menunjukkan moral kita semakin buruk,'' ungkap Tjahjo di Palembang, Senin (17/4).

Mendagri mengapresiasi sikap Gubernur NTB yang berbesar hati untuk memaafkan pengumpan tersebut. Meski demikian, kejadian ini perlu dideteksi agar tak terulang lagi.

''Memang harus jadi perhatian bersama. Saya minta tidak terjadi lagi,'' ujarnya.

Diketahui, peristiwa penghinaan terhadap Gubernur NTB tersebut terjadi di Bandara Changi Singapura, Minggu (9/4). Saat itu Gubernur NTB sedang mengantre di counter check in. Lalu ia keluar dari antrean untuk menanyakan jadwal kepada petugas.

Saat itu istrinya masih tetap berada di antrean sehingga sesaat kemudian dia kembali ke barisan.

Tiba-tiba dari arah belakang WNI bernama Stephen Hadisuryo Sulistiyo marah dan melontarkan kata-kata bernada SARA dan kebencian.

Steven sendiri akhirnya melayangkan surat permohonan maaf. Dia mengakui, dirinya mengungkapkan kata-kata kasar yaitu ''Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!''.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Politik
wwwwww