Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
6 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
2
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
7 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
20 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
18 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
18 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
9 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Nasional

Steven Caci-maki Gubernur NTB dengan Kata-kata Rasis, Mendagri: Itu Menunjukkan Moral Kita Semakin Buruk

Steven Caci-maki Gubernur NTB dengan Kata-kata Rasis, Mendagri: Itu Menunjukkan Moral Kita Semakin Buruk
Mendagri Tjahjo Kumolo. (merdeka.com)
Senin, 17 April 2017 23:46 WIB
PALEMBANG - Seorang mahasiswa bernama Steven Hadisurya Sulistyo mencaci-maki Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi menggunakan kata-kata rasis di Bandara Changi, Singapura, Minggu (9/4) lalu.

Meski Bupati NTB telah memaafkannya, namun kasus ini keburu menyebar melalui media sosial dan menimbulkan kemarahan. Masyarakat Muslim Tionghoa (Musti) melaporkan Steven ke Polda Metro Jaya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo prihatin melihat kasus ini. Dia menyebut, hal itu menunjukkan moral bangsa semakin buruk.

Menurut Tjahjo, kejadian itu tak perlu terjadi, apalagi sama-sama anak bangsa yang berkewarganegaraan Indonesia. Sebutan rakyat pribumi adalah sikap dan moral yang tidak menunjukkan kebhinnekaan.

''Itu menunjukkan moral kita semakin buruk,'' ungkap Tjahjo di Palembang, Senin (17/4).

Mendagri mengapresiasi sikap Gubernur NTB yang berbesar hati untuk memaafkan pengumpan tersebut. Meski demikian, kejadian ini perlu dideteksi agar tak terulang lagi.

''Memang harus jadi perhatian bersama. Saya minta tidak terjadi lagi,'' ujarnya.

Diketahui, peristiwa penghinaan terhadap Gubernur NTB tersebut terjadi di Bandara Changi Singapura, Minggu (9/4). Saat itu Gubernur NTB sedang mengantre di counter check in. Lalu ia keluar dari antrean untuk menanyakan jadwal kepada petugas.

Saat itu istrinya masih tetap berada di antrean sehingga sesaat kemudian dia kembali ke barisan.

Tiba-tiba dari arah belakang WNI bernama Stephen Hadisuryo Sulistiyo marah dan melontarkan kata-kata bernada SARA dan kebencian.

Steven sendiri akhirnya melayangkan surat permohonan maaf. Dia mengakui, dirinya mengungkapkan kata-kata kasar yaitu ''Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko!''.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Politik

wwwwww