Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
7 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
2
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
6 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
3
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
19 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
4
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
17 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
5
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
18 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
6
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Umum
8 jam yang lalu
Penumpang Garuda yang Tewas Telah Dinyatakan Negatif Covid-19 Sebelumnya
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Nasional

Miss Indonesia 2017 Ternyata Mencatut Wakili NTB, Simak Penjelasan Kabiro Humas Pemprov

Miss Indonesia 2017 Ternyata Mencatut Wakili NTB, Simak Penjelasan Kabiro Humas Pemprov
Achintya Holte Nilsen. (merdeka.com)
Selasa, 25 April 2017 12:48 WIB
MATARAM - Achintya Holte Nilsen meraih gelar Miss Indonesia 2017 pada ajang pemilihan yang digelar 22 April 2017 di Jakarta.

Keberhasilan Achintya ternyata menuai kontroversi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Achintya yang akan berlaga mewakili Indonesia dalam ajang Miss World 2017 di China, merengkuh gelar Miss Indonesia 2017 sebagai perwakilan dari NTB.

''Menyimak berbagai opini yang berkembang, melalui kesempatan ini dapat kami tegaskan bahwa Achintya Holte Nilse bukan wakil NTB dalam ajang Miss Indonesia 2017," ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB, Yusron Hadi di Mataram, NTB, Senin (24/4), seperti dikutip dari republika.co.id.

Yusron menerangkan, yang bersangkutan tidak bermukim atau berasal dari NTB sebagaimana dipersyaratkan kepada setiap peserta ajang Miss Indonesia. Kemudian, Pemprov NTB juga tidak mengetahui ataupun mendengar proses pemilihan ini berlangsung di NTB.

Dia melanjutkan, menyimak proses penjaringan peserta yang dikatakan berlangsung hanya di beberapa kota, tentu konsekuensinya sangat terbuka ruang pihak lain mengatasnamakan suatu daerah tanpa diketahui daerah yang bersangkutan. Sehingga ini mempengaruhi penerimaan masyarakat dan bagi si peserta tidak betul-betul mewakili daerah yang diatasnamakan.

Yusron menambahkan, penyelenggara pun tidak berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dalam penyematan nama NTB kepada yang bersangkutan.

''Kita menghargai berbagai upaya semua pihak mempromosikan daerah, termasuk NTB yang kini makin dikenal sebagai daerah tujuan wisata halal. Sebagai pionir wisata halal di tanah air, haruslah kita semua berhati-hati menyematkan nama NTB dalam ajang seperti ini,'' lanjut Yusron.

Ia meyakini, masih banyak putra-putri NTB yang tidak kalah hebatnya untuk mewakili NTB dalam setiap ajang yang ada.

''Oleh karenanya, kepada panitia untuk lebih berhati-hati dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan ajang seperti ini,'' kata Yusron menegaskan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum

wwwwww