Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
DPR RI
23 jam yang lalu
Syaifullah Tamliha Tekankan Pentingnya Batasan Akses Data di RUU PDP
2
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
DPR Ingin RI-Turki segera Temukan Vaksin Covid-19
3
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
DPR RI
22 jam yang lalu
6 Hal yang Harus Dilakukan Pemerintah Serap Anggaran Penanggulangan Covid-19
4
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
DPR RI
21 jam yang lalu
Belasan Juta Data Digital sudah Bocor, Sukamta Pertanyakan Kerjasama Data Center Indonesia-Perancis
5
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
Sepakbola
18 jam yang lalu
Arya Gerryan Dijagokan Masuk Skuad Inti Timnas U 19
6
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Bali United FC Antusias Latihan di Tengah Pandemi Covid 19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Diduga Curi Ikan di Indonesia, 5 Kapal dan 31 Nelayan Vietnam Dicokok Petugas di Pontianak

Diduga Curi Ikan di Indonesia, 5 Kapal dan 31 Nelayan Vietnam Dicokok Petugas di Pontianak
Foto: Ngadri/GoNews.co
Rabu, 26 April 2017 22:29 WIB
Penulis: Ngadri
PONTIANAK - Kapal patroli Hiu 11, kembali berhasil mengamnkan 5 kapal nelayan asing asal Vietnam di zona ekonomi eksklusif laut China Selatan. Selain kapal, petugas juga turut mengamankan 31 nelayan asal Vietnam yang diduga mencuri ikan di perairan Indonesia.

Lima kapal dan 31 orang nelayan tersebut, akhirnya digiring ke Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Pontianak.

Informasi tersebut dibenarkan oleh Penyidik PPNS PSDKP Pontianak, Muhammad Hafiz, saat dikonfirmasi GoNews.co, Rabu (26/4/2017). "Iya benar, dan untuk selanjutnya kita tahan di SPSDKP Pontianak," ujarnya.

Kapal nelayan asing Vietnam ini sendiri, kata dia, ditangkap saat sedang melakukan aksi pencurian ikan dengan menggunakan pukat trawl, Jumat ( 21/4/2017) di perairan Zona Ekonomi Eksklusif  Laut China Selatan.

"Kapal menggunakan bendera Vietnam dan masing-masing beroperasi sendiri menggunakan pukat trawl, melihat hal itu, petugas bergerak cepat dan menangkapnya," tukasnya.

Kelima kapal tersebut lanjutnya, juga dilengkapi alat navigasi kelautan dan teknologi guna mendeteksi, memantau keberadaan ikan dalam jumlah besar. "Sehingga hasil tangkapan mereka dalam sekali melaut cukup besar apalagi pukat trawl yang mereka gunakan memungkinkan untuk meraup hasil laut lebih banyak," tandasnya.

Namun aktivitas ilegal ini katanya lagi, sangat merugikan Indonesia, selain kekayaan laut terus dikeruk para nelayan asing, kerusakan alam bawah laut juga dialami laut Indonesia akibat maraknya kegiatan ilegal fishing ini.

"Untuk jumlah muatan memang belum dapat dihitung secara pasti, tapi dari segi pelanggaran dan dampak penggunaan trawl, jelas sudah masuk pelanggaran," jelasnya.

Saat ini, seluruh barang bukti kapal serta peralatan tangkap ikan yang mereka miliki berikut anak buah kapal serta nahkoda kapal sudah diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut di Stasiun PSDKP Pontianak.

"Kapal nelayan Vietnam ini melanggar undang-undang tentang Perikanan karena melakukan pencurian ikan di wilayah perairan Indonesia," pungkasnya.

Untuk informasi, dalam kurun waktu satu bulan ini pihak PSDKP Pontianak sudah menahan sedkitinya 9 kapal nelayan vietnam yang diduga melakukan pencurian. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, Kalimantan Barat

wwwwww